Dorong Literasi Keuangan Syariah dan Digitalisasi Pembayaran, BI Maluku Gelar TOT

IMG-20250714-WA0036(1)

Ambon, MMN-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) bagi para jurnalis dan konten kreator digital mitra di wilayah Maluku. Bertempat di Swiss-Belhotel Ambon, kegiatan ini mengusung tema literasi dan edukasi keuangan mencakup Ekonomi Keuangan Syariah (Eksyar), gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, sistem pembayaran digital, serta pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Acara dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dicky R. Afriyanto, yang menekankan peran penting media dan kreator digital sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat.

“Media dan konten kreator adalah kanal utama komunikasi kebijakan di era digital. Peran strategis Anda semua sangat dibutuhkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai kebijakan Bank Indonesia,” ujar Dicky.

Dicky juga menyoroti pentingnya penggunaan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami dalam menjelaskan informasi teknis, seperti kebijakan ekonomi syariah, pengelolaan uang rupiah, dan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi bertajuk “Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Syariah”, yang disampaikan oleh Hary Kurniawan, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah (FPPU KIS) BI Maluku.

Baca juga :   Mudik Gratis BUMN Kembali Digelar, Wujud Nyata Pelayanan BUMN

Selain materi utama, peserta juga mengikuti sesi kuis interaktif dan evaluasi, yang bertujuan memperdalam pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan.

Bank Indonesia turut mendorong para peserta untuk mendokumentasikan kegiatan dan membagikan konten edukatif ke berbagai platform digital sebagai upaya memperluas jangkauan informasi ke masyarakat.

Melalui pelaksanaan TOT ini, Bank Indonesia berharap para jurnalis dan konten kreator di Maluku dapat menjadi duta literasi keuangan yang andal, serta turut berkontribusi dalam memperkuat edukasi publik mengenai ekonomi syariah, pengelolaan rupiah, dan transformasi sistem pembayaran digital.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku. (MMN)