Umar : Ramang-Ramang, Wisata Alam Hidupkan Ekonomi Lokal

oplus_32

Makassar, MMN- Destinasi wisata yang tersembunyi di Kabupaten Maros,  Provinsi Sulawesi  Selatan menjadi wisata yang luar biasa dengan keindahan alam dengan aliran sungai yang memakai di tengah -tengah pohon nipa.

Umar (38) yang merupakan salah satu warga dusun Ramang-Ramang, desa Salendra dan juga sebagai pemandu wisata yang setiap hari mencari rejeki dengan mengayun perahu untuk menjemput para wisatawan.

Bukan saja sebagai pemandu wisata, pengayun perahu, tetapi juga sebagai petani ditengah persawahan yang menghijau dan hamparan tebing kapur.

“Saya sehari-hari bekerja sebagai pengemudi perahu. Kalau lagi sepi, saya bantu-bantu di sawah kecil milik keluarga,” ujar Umar saat ditemui media ini, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan, penghasilan yang didapatkan sebagai pengayun perahu tidaklah menentu yakni berkisar Rp. 200 ribu sampai dengan Rp. 300 ribu, berbeda saat kunjungan wisata di saat libur atau event lainnya yang memang pengadilannya lebih.

Ket Gambar : Umar, Pemandu Wisata Ramang-Ramang di Maros

Sementara, di wisata Ramang-Ramang memiliki tarif yang berbeda-beda Yang mana 1-4  orang sebesar Rp.200.000, 5-7 orang Rp. 250.000, 8-10 orang Rp. 300.000,, untuk prewedding Rp. 350.000

Baca juga :   Jelang Idul Adha 1446 H, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Wilayah Seram Bagian Timur

Dengan hal ini, Umar mengakui, wisata Ramang-Ramang tidak terlepas dari dukungan berbagi pihak diantaranya BUMN, sperti perahu-perahu yang digunakan untuk mengantarkan para wisatawan merupakan bantuan dari Pelindo, Angkasa Pura dan pihak perbankan.

Untuk itu, Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah Kabupaten Maros dengan perkembangan wisata Ramang-Ramang, dari berbagai segi, seperti pengembangan fasilitas umum pada  area parkir perahu, agar Ramang-Ramang semakin menarik bagi wisatawan.

“Sampai saat ini bantuan kita terima dari pihak BUMN,” tambahnya.

Disisi lain, Pohan nipa yang ada juga di manfaatkan sebagai Tua Manis (minuman khas), dan dijual bagi para wisatawan yang hendak berkunjung.

Bilang dibandingkan dengan Wisata di Maluku, Ramang – Ramang dapat dikonservasikan dengan Negeri Rutong.

Yang mana, Ramang-ramang dan Negeri Rutong merupakan desa binaan dari Bank Indonesia.

Diketahui bersama bahwa Rutong dengan hutan sagunya yang sangat memukau sampai ke daerah global dan Nusantara. (MMN)