PT.Pelni Bakal Sikapi Kepadatan Penumpang Tujuan Saumlaki

IMG-20260718-WA0007

MediatorMalukuNews.com_ PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bakal menyikapi tingkat kepadatan penumpang kapal menuju ke Saumlaki, Ibu kota Kabupaten kepulauan Tanimbar.
Hal ini mengingat telah dilakukannya peletakan batu pertama atau ground breaking proyek pengembangan gas abadi blok Masela di Desa Lermatang, bumi duan lolat itu, baru -baru ini (16/7/2026).

Dengan telah dilakukannya kegiatan tersebut, otomatis arus pekerja yang terlibat langsung dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu semakin banyak, dan tentunya memerlukan sarana transportasi menuju daerah bertajuk bumi duan lolat itu.

Kepala Bagian Operasional PELNI Ambon, Rajab mengatakan kapal milik perusahaan pelayaran nasional yang melayani rute ke Saumlaki ada dua, yakni KM Pangrango dengan kapasitas 500 penumpang dan KM Leuser berkapasitas 1000 penumpang.

“Untuk penambahan Armada angkutan, itu harus dari perintah pusat. Apakah ada kapal yang di-defisiasikan ke rute tersebut, kami juga akan melihat volume penumpang ke sarana, untuk tambahan kapal tujuan tersebut harus dikonsultasikan ke Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Baca juga :   Waas : SDM Jadi Subjek Pembangunan Kota Ambon Lebih Baik

Sebagai gambaran, pada tahun 2012 sejak ditemukannya kandungan emas di daerah Gunung Botak, Kabupaten Buru, banyak orang berbondong- bondong mendatangi bumi penghasil kayu putih itu untuk mencari peruntungan.
Banyak orang datang dari seluruh penjuru Nusantara dengan tujuan gunung Botak menaiki kapal Pelni,
salah satunya KM Lambelu. Bahkan jumlah penumpangnya,melebihi kapasitas kapal itu, yakni hampir 3000 orang. Dan bilamana kapal tersebut sandar di
pelabuhan Ambon, terlihat banyak orang berada di tempat yang bukan diperuntukan untuk tempat tidur penumpang, seperti sekoci dan lainya yang sangat menyalahi aturan keselamatan pelayaran.
Seiring berjalannya waktu pihak pelni menetapkan rute pelayaran KM Lambelu yang semula Bau Bau – Ambon- Namlea menjadi, Bau bau – Namlea -Ambon. Dengan demikian banyaknya penumpang tujuan Namlea pada saat itu, dapat langsung turun di sana dan tidak lagi turun di Ambon, sambil menunggu kapal feri ke Namlea.(****)