Disdik Ambon Tegaskan Sekolah Harus Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan

Screenshot_2026-07-24-09-52-52-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

AMBON, MMN-  Pemerintah Kota Ambon telah memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang puncak perayaannya berlangsung pada Kamis (23/7/2026).

Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak, khususnya di lingkungan sekolah.

Menyikapi peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. Fernindad Taso,  kepada Media  di Balai Kota Ambon, Jumat (24/7/2026), menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan harus mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.

Menurut Taso, regulasi tersebut menjadi pedoman bagi sekolah dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan (bullying), yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan.

“Budaya sekolah yang aman dan nyaman harus menjadi perhatian seluruh satuan pendidikan agar mampu mengantisipasi terjadinya tindakan kekerasan maupun perundungan terhadap peserta didik,” ujarnya.

Ia menegaskan, terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sebaliknya, apabila lingkungan sekolah tidak kondusif, maka proses belajar mengajar dan perkembangan anak akan ikut terdampak.

Baca juga :   EMPAT TAHUN BERTURUT-TURUT PT ANGKASA PURA INDONESIA CABANG BANDARA PATTIMURA KEMBALI RAIH PENGHARGAAN BANDARA TERBAIK DI ASIA PASIFIK

Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Ambon tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kognitif dan intelektual peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter.

“Kami ingin membangun karakter anak yang baik, disiplin, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan pendapat, serta memiliki empati terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus tumbuh dalam lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” jelasnya.

Taso menambahkan, keberhasilan menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau sekolah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar anak-anak Kota Ambon dapat tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, serta mampu membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya. (MMN)