Serka La Rahimu Siap Berdamai, Jubir Gubernur Maluku Minta Persoalan Diselesaikan dengan Kepala Dingin

oplus_0

AMBON, MMN-  Sersan Kepala (Serka) La Rahimu dari Satuan Intel Korem 151/Binaiya menyatakan siap menyelesaikan persoalan yang terjadi usai pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon melalui jalur damai.

La Rahimu mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti identitas kelompok mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia berharap komunikasi dapat dibangun agar persoalan yang terjadi tidak semakin melebar.

“Saya tidak tahu siapa namanya sampai sekarang, karena saya tidak kenal. Tujuan saya mencari kedamaian. Kalau mereka mau datang, mari kita komunikasikan dan kita cari solusi yang baik,” ujar La Rahimu saat konferensi pers bersama media di salah satu cafe di kota Ambon, Selasa (18/8/2026).

Terkait informasi, persoalan tersebut akan dibawa ke jalur hukum, La Rahimu menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pihak yang merasa dirugikan.

Menurutnya, menempuh jalur hukum merupakan hak setiap pihak. Ia pun menegaskan tidak akan menghindari proses tersebut apabila memang ditempuh.

“Itu hak mereka. Saya siap menerima. Kalau memang mau berdamai, saya menunggu untuk berdamai, bukan mencari masalah,” katanya.

Baca juga :   Gubernur Maluku:  Geriak Syariah 2025,  Perkuat Ekonomi  dan Kendalikan Inflasi

La Rahimu juga menegaskan dirinya hingga kini masih menjalankan tugas sebagai pengawal dalam pengamanan Gubernur Maluku. Ia menyebut tugas tersebut dilaksanakan berdasarkan surat perintah dan arahan pimpinan.

“Saya masih bertugas sebagai pengawal. Saya sebagai bawahan menunggu arahan dan petunjuk pimpinan. Ada surat perintah, bukan atas kemauan saya sendiri,” jelasnya.

Ia kembali menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tersinggung atas kata-kata yang disampaikannya dalam situasi pengamanan tersebut.

“Sekali lagi, terima kasih kepada rekan-rekan media. Sebagai manusia biasa, dengan hormat saya menyampaikan permintaan maaf terkait kata-kata yang saya sampaikan kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Maluku, Rauf Pelu, mengajak seluruh pihak untuk tidak memperbesar persoalan dan menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Rauf mengatakan, sebagai manusia biasa, setiap orang tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk saling memaafkan.

“Sebagai manusia biasa, kita tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Mari kita sama-sama saling memaafkan,” kata Rauf.

Ia menjelaskan,  La Rahimu pada saat kejadian sedang menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi Gubernur Maluku. Menurutnya, tindakan pengamanan dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap gubernur.

Baca juga :   Polres Tanimbar Ungkap 13 Kasus Kriminal, Kebanyakan Soal Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Rauf menyoroti keberadaan sepotong bambu yang dibawa oleh salah satu orang dalam kelompok yang hendak mendekati gubernur. Menurutnya, petugas pengamanan tidak mengetahui isi maupun tujuan benda tersebut sehingga perlu melakukan antisipasi.

“Beliau menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi Pak Gubernur untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada kepala daerah dan kepala pemerintahan,” jelasnya.

Rauf juga menegaskan bahwa Gubernur Maluku selama ini terbuka untuk menerima masyarakat maupun mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi. Bahkan, menurutnya, gubernur kerap memfasilitasi pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat.

Karena itu, ia berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara baik tanpa memperpanjang konflik.

“Beliau sudah meminta maaf. Posisi beliau sebagai pengawal pribadi Pak Gubernur menjalankan tugas negara untuk mengamankan kepala daerah. Mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” pungkas Rauf. (MMN)