OJK Maluku Gencarkan Literasi Keuangan bagi Pelajar dan Mahasiswa di Tual dan Maluku Tenggara

IMG-20261019-WA0063

TUAL, MMN– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Program edukasi ini menyasar pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan formal yang aman dan sesuai kebutuhan.

Kegiatan literasi keuangan tersebut dilaksanakan di Sekolah Rakyat 74 Tual, MTs Negeri 1 Maluku Tenggara, serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur. Dalam pelaksanaannya, OJK Maluku berkolaborasi dengan sejumlah lembaga jasa keuangan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, melalui rangkaian kegiatan BIK 2026 mendorong peningkatan pemahaman keuangan agar generasi muda memiliki bekal dalam mengambil keputusan finansial yang tepat.

Literasi keuangan sejak dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan mengatur pendapatan, mengendalikan pengeluaran, membangun budaya menabung, serta memahami manfaat dan risiko penggunaan produk keuangan.

Baca juga :   Pemkot Ambon Tata Ulang Usaha Koperasi

Melalui edukasi tersebut, pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal layanan keuangan formal, tetapi juga mampu bersikap kritis dalam memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Pemahaman ini menjadi semakin penting di tengah berkembangnya berbagai layanan keuangan yang menawarkan kemudahan transaksi. Dengan bekal literasi yang memadai, generasi muda diharapkan lebih cermat dalam menggunakan layanan keuangan dan terhindar dari keputusan finansial yang merugikan.

Rangkaian kegiatan BIK 2026 menjadi bagian dari upaya OJK Maluku memperluas jangkauan edukasi dan akses keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja, hingga pelajar dan mahasiswa.

Pendekatan ini dilakukan agar pemahaman mengenai layanan keuangan formal dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk generasi muda di wilayah kepulauan.

Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan institusi pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ekosistem keuangan inklusif di Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan formal secara tepat.

Baca juga :   Akibat Angin Kencang & Hujan Lebat, BPBD Kota Ambon Imbau Warga Waspada

OJK Maluku berharap peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui BIK 2026 dapat membangun masyarakat Kepulauan Kei yang lebih cerdas secara finansial, mandiri, dan produktif, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (MMN)