Badar AR Jemaat Tual Merupakan Ajang Pengembangan Potensi Anak

IMG-20230714-WA0007

Tual, Mediatormalukunews.com- Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tual, Riny Atbar pada acara temu Anak dan Remaja, Jemaat GPM Tual baru-baru ini (6/7/23) mengatakan, ‘Baku dapa’ anak dan Remaja tahun 2023 ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga dan membina Anak dan Remaja (AR) agar kelak menjadi kebanggaan agama bangsa dan negara.
“Sepenggal puisi karya seorang sastrawan barat bernama Dorthi low Notte penggalan puisinya mengatakan, jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan. Dia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupannya, berani menampakan talenta ,bakat dan potensinya,kegiatan baku dapa anak dan remaja (badar) ini juga merupakan wadah untuk menemukan rasa kasih dan sayang di antara anak dan remaja (AR),sekaligus sebagai ajang silaturahmi dalam menyambung kasih dalam rangka merajut tali persahabatan dan persaudaraan di antara sesama anak dan remaja,” tandasnya.
Selain itu, kata Rini, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Tual Tual sangat mengapresiasi serta memberikan penghargaan yang tulus kepada Jemaat GPM Tual umumnya serta khususnya panitia bersama komisi anak dan remaja.
Dikatakan, Pemkot Tual berupaya meningkatkan kualitas kehidupan anak-anak, sehingga Tual menjadi kota yang ramah anak, kota yang dalam ekspektasinya memberi ruang untuk anak berkreatifitas
“Mereka harus kita siapkan sejak dini, kita tak hanya bekali mereka dengan iman dan taqwa (Imtaq) saja tapi juga dengan IPTEK dan teknologi ,Imtaq dan IPTEK,tidak dapat dipisahkan satu dengan lainya, keduanya harus seirama ibarat sebuah melodi yang indah. Kita juga harus menghindar diri dari perilaku yang mengarah kepada saling gasa, saling gesek dan gosok, tetapi mari kita tumbuhkan sikap dan perilaku yang bermuara kepada sikap saling asih dan asuh,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, mencermati kehidupan saat ini, transformasi digital telah merambah ke seluruh pelosok bumi dan menawarkan segala kemudahan dalam berbagai segi dan telah memutuskan mata rantai,yang selama ini menjadi rentang kendali maka sangat tepat, pilihan Tema”yang diusung yaitu, “Generasi Gereja dan tantangan eratransformasi digital.
“Kita semua juga diingatkan sejak dini bahwa keberadaan transformasi tidak dapat kita hindari, suka atau tidak suka transformasi digital akan senantiasa menemani dimanapun kita pergi. Karena itu, mari kita sikapi dan hadapi, bila kita hindari kita akan digilas oleh proses digitalisasi, bahkan kita bukan jadi penentu tapi justru jadi penonton,kita bukan pengambil keputusan ,tapi justru sebagai korban dari sebuah keputusan,” ujarnya.
“Untuk itu, anak dan remaja saya titipkan pesan kepada orang tua AR dalam penggunaan Henpone dan sejenisnya,menjaga dan mengawasi anak dari pengharu menghirup lem dan pengaruh LGB.
Kepada peserta Badar, walikota juga berharap agar mengikuti kegiatan ini dengan penuh ketekunan dan kesabaran,jaga keamanan dan ketertiban selama mengikuti kegiatan,” tambahnya.
Sementara itu, ketua Panitia, Jeri Notanubun dalam laporannya mengatakan, AR GPM adalah warga gereja dan warga masyarakat yang harus mendapat perhatian penuh karena dalam dirinya terdapat harkat dan martabat manusia yang harus di junjung tinggi.
Dalam diri AR melekat hak-hak dasar yang harus dipenuhi serta dilindungi oleh orang dewasa, keluarga gereja dan masyarakat bersama pemerintah, karena anak adalah pemberian Allah yang sangat berharga.
Selain itu, tujuan kegiatan Badar jemaat GPM Tual untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi individu AR, baik dalam hal pengetahuan maupun prilaku serta bangun budaya kerjasama, bangun kematangan emosi disiplin dan motivasi.
Anggaran baku dapa anak dan remaja di peroleh dari APBJ jemaat Tual, penggalangan dana oleh Panitia dan bantuan Pemkot Tual. (Al)

Baca juga :   Disnaker Tanimbar Limpahkan Kasus PT. MBS ke Adhoc PHI Ambon