Harga Beras Bulog Naik di Tanimbar, Masyarakat Miskin Tak Mampu Beli

IMG-20230915-WA0029

MediatorMalukuNews.com – Sejumlah masyarakat miskin dari berbagai pedesaan yang terkonsentrasi di seputaran kawasan pasar Omele desa Sifnana, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sempat mengeluhkan kenaikan harga

beras bulog yang semula dari harga Rp.10.000,- perkilo, naik sebesar 18% perkilonya, menjadi Rp.11.800,-. Jumat siang (15/09).

Maria Batlayery (43 thn) warga desa Sangliat Krawain, yang ditemui media ini tepat di tempat cabang penjualan beras Bulog mengatakan
“Katong kira beli 1 kg Rp.10.000,- perkilo, ternyata melonjak naik Rp.12.000,-perkilo, kalo beli perkarung Rp.590.000,-, uang seng cukup jadi beli perkilo saja. Paling setengah mati untuk katong petani rasanya tidak mampu untuk beli”

Sambung Maria, yang sementara menunggu mobil angkutan untuk kembali ke desanya, mengaku membeli beras sudah dalam keadaan terpaksa, niatnya ingin membeli sekarung beras yang bersih tetapi ekonomi terbatas, sehingga harapan ibu maria, kalau boleh, Kantor bulog bisa kembali stabilkan seperti semula.

Beberapa ibu-ibu petani lainnya yang enggan disebut identitasnya, mengeluhkan hal yang sama mengingat situasi dan kondisi daya beli hasil pertanian menurun dan berimbas kepada kondisi ekonomi masyarakat petani turut menurun jauh.

Baca juga :   Inspektorat Tanimbar Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Bantuan RTLH Desa Welutu

Kepala Kantor Bulog Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ronald Tohilatu yang sempat dihubungi media ini, via telepon selulernya hanya menjelaskan secara singkat, kenaikan beras Bulog adalah berdasarkan lampiran Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2023 tentang harga eceran tertinggi beras. tutupnya.