31 Anak Katolik Paroki St. MBL Ambon Terima Komuni Pertama
MediatorMalukuNews.com – Sebanyak 31 anak dari Gereja Katolik Paroki Santa (St) Maria Bintang Laut (MBL) Kota Ambon menerima Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama.
Penerimaan komuni pertama di gereja ini berlangsung khidmat, dan dilakukan dalam suasana perayaan misa kudus yang dipimpin Pastor Paroki MBL, Man Oratmangun sebagai selebaran utama dan Pastor Thomy Lerebulan sebagai konselebran di gedung gereja MBL Benteng – Ambon, Minggu (2/6/2024).
Momen perayaan misa Komuni Pertama ini terlihat menjadi peristiwa yang ditunggu-tunggu anak-anak tersebut setelah mereka mempersiapkan diri selama beberapa bulan lamanya melalui proses kataketisasi dan kesiapan rohani lainnya demi menerima Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya. Sebab perayaan ini juga dipandang lebih istimewa dan berkesan bagi anak-anak usia belasan tahun itu, mengingat
perayaan ini merupakan peristiwa sangat berarti dalam perjalanan iman sebagai anak Katolik yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi.
Pantauan media ini, perayaan misa Komuni Pertama berlangsung alot dengan semangat penuh sukacita. Bahkan gedung gereja dipenuhi dengan kaum keluarga dan kerabat anak-anak penerima Komuni Pertama.
Anak-anak berpakaian serba putih ini pun terlihat bersemangat karena masing-masing diapit kedua orang tua-nya ketika menyambut sakramen untuk pertama kali dari tangan gembala tersebut.
Pastor Paroki, Man Oratmangun dalam khotbahnya mengucapkan selamat, sembari mengingatkan 31 anak penerima Komuni Pertama beserta jemaat yang hadir betapa pentingnya memelihara iman, terlebih sering rajin datang mengunjungi rumah Tuhan untuk menerima berkat dan kasih karunia Tuhan melalui jamuan tubuh dan darah-Nya yang kudus – yang dipersembahkan secara cuma-cuma.

“Anak-anak harus rajin ke gereja tiap hari minggu. Bila perlu datang tiap hari ke gereja sebelum berangkat ke sekolah. Sebab pukul enam pagi saya pastikan ada perayaan misa di gereja ini. Juga buat umat sekalian, jangan biarkan satu anggota keluarga untuk tidak ikut dalam undangan perjamuan surgawi di bumi ini,” kata mantan Sekertaris Keuskupan Amboina tersebut.
Rohaniawan Katolik ini mengatakan, kitab suci atau Alkitab merupakan sumber iman, tetapi ekaristi kudus merupakan puncak perayaan liturgi di dalam gereja, sebab ekaristi merupakan sebuah perayaan surgawi yang diadakan Tuhan di dunia. Untuk itu, Tuhan mengundang kita semua datang dalam perayaan Perjamuan Kudus sebagaimana disampaikan oleh Yesus Kristus sendiri di dalam perjamuan bersama dengan para murid-Nya untuk selalu mengenang perihal penyelamatan Allah terhadap manusia tersebut.
“Dalam peristiwa Perjanjian Lama, darah domba jantan dijadikan persembahan penghapusan dosa bagi bangsa Israel tetapi dalam peristiwa Perjanjian Baru, Kristus telah mengorbankan diri dan wafat di kayu salib. Dan darah – Nya yang kudus ditumpahkan untuk penghapus dosa umat manusia terutama kita sebagai umat ‘Israel Baru’. Dan perjamuan ekaristi ini merupakan simbol tubuh dan darah Kristus. Dimana satu roti dipecah-pecahkan dan dimakan bersama, dan juga satu piala/cawan diminum bersama-sama sebagai tanda penyelamatan seperti yang disampaikan Tuhan Yesus Kristus sendiri,” tandas Pastor Oratmangun.(****)
