Merefleksi Terbentuknya Kabupaten Bursel di HUT ke-16

IMG-20240722-WA0000

MediatorMalukuNews.com – Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) merefleksikan sejarah terbentuknya kabupaten Bursel sejak berdirinya kabupaten ini 16 tahun silam tepatnya tanggal 21 Juli 2008.

Refleksi ini dilakukan saat digelarnya Rapat Paripurna jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru Selatan yang ke-16 di Gedung DPRD, akhir pekan kemarin (20/7/2024).

Sebelum memasuki arena paripurna tersebut, Wakil Bupati (Wabup), Gerson Silsily dan rombongan terlihat memasuki ruangan sidang, sembari dan rombongan tamu undangan disambut hari hangat dengan tarian ‘Waji hotong’ oleh siswa sekolah setempat.
Wabup Gerson Eliaser Silsily terlihat datang didampingi Sekertaris Daerah (Sekda), Ruslan Makatita, Rektor Universitas Iqra Buru, Wakapolres Bursel, Kompol, Syarifuddin, Danton Pelaton II Kompi Senapan C 735 Nawasena, Letda Inf. Akbar Arabian, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, seluruh kepala desa se-Kabupaten Bursel, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan (OKP), dan undangan lainnya.

Rapat paripurna kemudian dibuka Ketua DPRD, Muhajir Bahta.

Baca juga :   KPU Buru Selatan Luncurkan Tahapan Pilkada 2024

Bahta dalam sambutannya ketika membuka pembicaraan dalan Rapat Paripurna langsung mengawali dengan merefleksikan terbentuknya kabupaten Bursel. Sembari berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini kepada Mantan Gubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu yang dinobatkan sebagai ‘Ama fuka bipolo’ oleh toko adat dan masyarakat Bursel lantaran telah memperjuangkan Buru Selatan menjadi daerah otonom baru pada enam belas tahun silam. Selain itu, Ketua DPRD ini juga berterima kasih kepada tokoh-tokoh pemekaran Buru Selatan, baik yang telah gugur maupun masih ada saat ini, mengingat sudah berjuang keras memperjuangkan Bursel menjadi daerah otonom baru hingga kini, dimana kabupaten ini tetap eksis. Dan semoga amal ibadah mereka dapat diterima di sisi Allah SWT, sebab sampai saat ini terdapat satu komitmen memajukan daerah Bursel mampu bersaing dengan wilayah lain di tanah air dalam ikatan budaya ‘kay wait’ sebagai wujud rasa cinta dan kesetiaan pada negri surga di tanah raja- raja ini.

Dikatakan, Buru Selatan terbentuk dari hasil perjuangan dan kerja keras ‘fonding father’ daerah dalam satu wadah lembaga pemekaran (LPBS) dan di dalam perjuangan kabupaten Buru Selatan ini tak mudah, bahkan mereka berkorban jiwa raga yang dibangun berdasarkan semangat moralitas elemen masyarakat Bursel, dimana pembangunan yang digalakan pemerintah telah mampu meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana publik serta infrastuktur memadai untuk mendukung terselenggaranya pelayanan prima bagi masyarakat, dimana hari jadinya kabupaten yang ke-16 ini bukan hanya sebagai slogan, namun berdasarkan ‘lolik lalen fedak fena.’

Baca juga :   Gubernur dan Wali Kota Ambon Tinjau Korban Kebakaran Batu Merah

Harapannya di hari jadi kabupaten Bursel menjadi momentum dan menjadi inspirasi, motivasi dan inovasi untuk memajukan Bursel untuk tak menjadi kalah saing dengan kabupaten lainya, sejak Bursel dimekarkan berdasarkan undang- undang nomor 32 tahun 2008 tertanggal 21 juli 2008 yang menetapkan kabupaten ini menjadi otonom baru. Maka di setiap tanggal 21 juli bakal diperingati HUT kabupaten Bursel, dan di saat ini diselenggarakan dalam sidang paripurna DPRD dengan mengusung tema: “Bersinergi Bersatu Bergerak Maju.”

Untuk itu kata Batha, DPRD sangat berterima kasih kepada forum pimpinan daerah berserta aparatur TNI/POLRI, Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu, jajaran eksekutif daerah, para pemangku adat, pemuka agama, tokoh masyarakat, pengusaha kaum intelektual, beserta komponen pemuda dan pers yang selama ini sudah memberikan sumbangsih terbaik untuk turut menjamin terkendalinya ketertiban dan terciptanya suasana hati damai bagi kesinambungan pembangunan ‘negri bipolo’ tercinta ini.

Dikatakan, keberhasilan yang dicapai itu tak bisa diraih sendiri tanpa ada dukungan dari semua elemen. Maka diharapkan adanya dukungan semua pihak saling bahu- membahu untuk membangun kabupaten tercinta ini demi kebaikan bersama.(lopi).