Nyaris Putus dan Tumbang, Ruas Jalan Aspal dan Tiang Listrik di Atubul Da Tanimbar Memprihatinkan
MediatorMalukuNews.com – Dion Batlayery (28), warga Desa Atubul Da, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang berprofesi sebagai petani dan penarik ojek mengaku sering melintas di sepanjang ruas jalan beraspal ke desanya. Di sana, dia prihatin dengan ruas jalan yang terbentang. Pasalnya, ruas jalan tersebut sangat berbahaya bila melintas pulang-pergi, lantaran sarana publik ini nyaris putus dan siap menelan para pengendara kendaraan bermotor. Bukan itu saja, kondisi sejumlah tiang listrik milik PT. PLN yang berjejer di bibir jalan menuju ke desanya pun ada yang miring dan nyaris tumbang menutupi badan jalan.
Batlayeri mengatakan, kondisi fisik infrastruktur publik ini terlihat sebagai jerat dan siap menunggu mangsa. Dan ini boleh dibilang sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa orang banyak yang lalu lalang di wilayah tersebut.
“Jalan ini parah sekali Ada informasi bahwa bulan Juli lalu sudah dikerjakan oleh pihak berwenang tetapi sampai saat ini belum juga. Bukan itu saja, tiang listrik itu juga miring dan hampir roboh ke tanah. Pemandangan ini biar bagaimanapun saya rasa perlu dibetulkan atau diganti.Karena tap hari kami lewat di jalan ini, takutnya tiang listrik roboh dan telan korban jiwa. Listrik di desa kami sering mati hidup. Kadang cuaca bagus listrik hidup lancar tapi kalau cuaca buruk listrik padam,” lapor pria desa tersebut.
Simon Naranlele (78) salah satu petani di desa setempat juga turut mengeluhkan hal yang sama. Lelaki lanjut usia ini berharap di masa hidupnya yang sudah renta ini, dia ingin supaya melihat desanya lebih baik dari waktu – waktu sebelumnya.Namun dengan adanya kondisi tersebut, terkesan wilayah tersebut mengalami kemunduran seperti kabupaten ini belum mekar.
Kepala Desa (Kades) Atubul Da, Tommy Rumwarin yang dihubungi media ini, mengakui keberadaan ruas jalan tersebut rawan kecelakaan bagi para pengguna jalan. Bahkan dia mengaku warganya yang lalu lalang di ruas jalan tersebut sering mengalami kesulitan.
Menurut kades, saat ini pekerjaan jalan sudah bisa dilaksanakan pihak ketiga namun bertepatan dengan kunjungan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra ke desa tersebut sehingga pekerjaan jalan sementara dipending mengingat akan bisa mengganggu perjalanan rombongan tokoh agama tersebut.
“Jalan ini sebenarnya sudah putus dari tahun lalu dan sudah dilakukan penanganan oleh pemerintah daerah pemasangan bronjong dan penimbunan tetapi pada saat hujan kemarin akhirnya terjadi longsor lagi,” urainya.
Dibeberkan, dari program Dinas Bina Marga Kabupaten Kepulauan Tanimbar di tahun ini, desanya mendapat pekerjaan jalan.
“Kami telah konfirmasi ke Bina Marga dan sudah ada respon dari pihak Bina Marga untuk pelaksanaan jalan tersebut,” imbuhnya.
Disinggung soal kondisi tiang-tiang listrik sepanjang jalan desa yang nyaris roboh, kades tegaskan itu merupakan tugas dan kewenangan pihak PT. PLN Cabang Saumlaki untuk melakukan perbaikan.
“Kemarin memang ada petugas dari PLN Saumlaki yang datang melakukan penataan jaringan dan kami sudah sampaikan agar tiang-tiang listrik yang miring dapat dilakukan perbaikan atau penggantian yang baru,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Gehasi Rumkedy mengatakan, pada prinsipnya DPRD mendukung dan mendorong pekerjaan ini segera terlaksana.
“Saya bermitra dengan pihak Bina Marga tentunya dalam pembahasan APBD nanti, saya akan tetap dorong segera dilaksanakan,’ singkatnya.
Kepala PLN Cabang Saumlaki yang dihubungi media ini melalui bagian manajemen kantor perusahan listrik negara itu hanya memberi jawaban via WhatsApp- nya bahwa Kepala Kantor PLN Cabang Saumlaki masih di luar daerah. (Jk)
