Ketua Timses “TEMAN JUANG’ Bilang Pihak Yang Hindari Persoalan Gender & Anak Tak Paham Cara Urus Rakyat
MediatorMalukuNews.com – Karnaka, Ketua Tim Sukses (Timses) Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Aru Temy Oersipuny – Hady Djumaidy Saleh Anakoda yang berakronim “TEMAN JUANG” menyatakan, kesetaraan gender membawa makna positif dan mewujudkan keluarga yang mandiri secara ekonomi. Sehingga bila ada pihak tertentu yang sengaja menyepelekan soal gender dan juga persoalan anak, maka yang bersangkutan diduga tak paham cara mengurus persoalan masyarakat.
Dengan demikian sebagai Ketua Timses Paslon “TEMAN JUANG” di Pilkada 2024, Karnaka sangat menyayangkan kalau ada pihak atau rival tertentu yang menganggap persoalan tersebut merupakan persoalan yang tak begitu penting dan tak menjadi prioritas dalam pembangunan, bahkan menjadi bahan ejekan rival tertentu di Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru. Bila ada pemberian yang sedemikian maka dapat dimaknai sebagai suatu bentuk diskriminasi terselubung.
“Sangat disayangkan jika ada dugaan Paslon yang menghindari isu gender perempuan, dan anak. Padahal itu titik persoalan dalam mensejahterakan masyarakat, pembangunan, dengan membentuk keluarga tangguh dan mandiri secara ekonomi,” tandasnya.
“Pasangan Temy-Hady sudah teruji urus rakyat jadi tahu bagaimana mengurus rakyat,” timpal Ketua Timses Paslon Temy- Hady itu.
Dikatakan, adanya kesetaraan gender berperan penting meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu, kata dia, Paslon Temy-Hady tetap menjadikan pihak gender dan anak sebagai salah satu aspek penting mendorong upaya peningkatan kesejahteraan dalam keluarga di lingkup masyarakat.
Menurut dia, perihal itu bukan tanpa alasan, sebab tingkat pengangguran untuk perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Bahkan boleh dibilang besaran upah yang diterima perempuan lebih rendah dari laki-laki. Selain itu, banyak perempuan juga bekerja pada sektor pekerjaan marginal sebagai buruh lepas atau lainnya, sehingga krisis ekonomi untuk perempuan dan termasuk anak berada dalam kelompok rentan.
“Pasangan Temy-Hady akan berfokus pada salah satu persoalan yaitu, gender dan anak yang merupakan akar dari sekian persoalan. Misalnya tingkat kesejahteraan yang sudah barang tentu menjadi faktor penentu tingginya angka stunting,” papar Karnaka.
. ()
