Kualitas Proyek Longsegment Jalan Raya Pemda Aru di Dobo Diragukan, Diduga Dikerjakan “Asal Jadi”

IMG-20240917-WA0011

MediatorMalukuNews.com_ Kualitas pekerjaan Proyek Longsegment Jalan Raya Pemda Aru di Dobo, pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Aru yang memakan uang negara bernilai jumbo itu, menurut sejumlah pihak patut diragukan.

Keraguan ini disebabkan pekerjaan proyek ini disebut-sebut tak sesuai spek kontrak kerja yang ditetapkan. Akibanya, ada pihak menduga proyek tersebut dikerjakan “Asal jadi”. Dimana ujung-ujungnya sejumlah uang negara diduga melayang percuma. Sebab diduga pihak kontraktor pelaksana bersama oknum lainnya mau ambil untung besar dari proyek bernilai Rp.7 miliar lebih itu.

Sebagaimana diketahui, keberadaan sebuah proyek pekerjaan infrastruktur /ruas jalan di lingkungan publik yang ideal dan berkualitas, merupakan salah satu faktor penunjang proses kelancaran arus mobilisasi lalulintas barang dan jasa masyarakat di suatu wilayah. Bahkan sarana publik itu mampu meningkatkan pergerakan ekonomi warga setempat. Sayangnya, realita itu diduga berbanding terbalik dengan fakta pengadaan pekerjaan sarana publik atau proyek Longsegment Jalan Raya Pemda Aru yang dipercayakan kepada CV. Varia Karya Teknika pimpinan S.P.

Diketahui proyek pekerjaan infrastruktur jalan yang ditangani S.P selaku pihak kontraktor pelaksana atau direktur perusahaan itu, diduga asal jadi.

Sebab menurut beberapa sumber, keberadaan proyek ini
diduga berkualitas rendah sehingga patut diragukan hasilnya, sebab dinilai tak bisa bertahan lama, dan bahkan mungkin tak sesuai harapan publik yang mendiami Dobo, pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Aru.

Berdasarkan pengamatan lapangan beberapa awak media, pekerjaan yang ditangani S.P., diduga tak sesuai spesifikasi pekerjaan. Bagaimana tidak, lapisan tanah diduga sebagian besar dipenuhi dengan hasil timbunan galian C tanpa dilakukan agregat kasar yang merupakan material batu atau kerikil pecah, dan atau campuran batu sesuai batu pecah serta kerikil alami yang bersih. Diaman nanti proses selanjutnya dilakukan agregat halus, yang terdiri dari pasir alam atau batu tersaring dalam kombinasi yang cocok.
Itu pun harus bersih dari gumpalan gempung dan sejumlah benda lain yang harus dibuang.

Baca juga :   Masyarakat Aru Selatan Timur Desak Bupati "Lucuti" Alan Yakobus Jadi ASN Biasa

Terpantau di beberapa titik, proyek pekerjaan aspal yang sudah rampung dikerjakan, ketika turun hujan, masih terlihat ada sisa genangan air yang tak terserap.

Pemandangan ini membuktikan proses pekerjaan proyek ruas Jalan Raya Pemda yang menelan milyar rupiah itu, diduga kuat tak berdasarkan spesifikasi.

Kemudian pekerjaan proyek ini pun diduga dikerjakan asal-asalan. Sebab terlihat pada kualitas aspal yang dipergunakan untuk membangun infrastruktur publik tersebut, diduga hanya menggunakan Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) dan Lataston Lapis Aus (HRS-WC).

Diduga pekerjaan tersebut tak dilakukan Lapis Pondasi bawah (Subbase-Couse), sehingga nantinya dapat mempengaruhi kualitas keberadaan proyek tersebut di waktu mendatang.

Bahkan dalam penanganan proyek ruas jalan tersebut, CV. VARIA KARYA TEKNIKA juga diduga menggunakan material galian C illegal. Sebab, tanah yang dipakai untuk timbunan leveling dan bahu jalan, serta campuran agregat diperoleh dari hasil penambangan tak ber-ijin resmi dari instansi teknis terkait.

“Jalan dikerjakan ini nanti dipakai untuk waktu bertahun-tahun.. Lalu kalau kualitas keberadaan pekerjaannya seperti begitu, apakah bisa bermanfaat bagi masyarakat ?
Padahal nilai anggaran untuk proyek ini besar sekali Jadi terkesan proyek pekerjaan jalan ini yang penting dibuat asal jadi,” ungkap salah satu Konsultan Perencanaan yang enggan mempublikasikan namanya, kemarin (16/9/2024) dalam komentarnya.

Baca juga :   Purwantono: Apresiasi GRC & Performance Excellence Jadi Motivasi Perusahaan Tingkatkan Inovasi dan Kualitas Layanan

Konsultan itu mengatakan, tampak terlihat bagian luarnya didandan sangat “Cantik” padahal faktanya yang sebenarnya diduga amburadul atau ‘hancur dalam’.

Pekerjaan tersebut, ungkap dia, dikerjakan asal cepat rampung sebelum waktu kontrak usai tanpa memperhatikan mutu pekerjaan. Apalagi uang hasil pekerjaan proyek bersangkutan nantinya diduga bakal dibagikan ke beberapa oknum tertentu untuk biaya suksesi politik mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru yang bakal bertanding di pesta demokrasi serentak November 2024 mendatang.

Di lain sisi, beberapa pihak menyayangkan pekerjaan proyek infrastruktur publik bernilai fantastis itu. Pasalnya, selain nilai uang negara begitu besar digelontorkan namun diduga dikerjakan asal-asalan dengan mempercepat proses penyelesaian pekerjaan dari waktu yang ditetapkan tanpa memperhatikan mutu atau kualitas pekerjaan dimaksud.

Disebutkan, hampir 90% pekerjaan ruas jalan dalam Kota Dobo, pusat ibukota kabupaten julukan Jargaria ini, dikerjakan oleh kontraktor yang nota bene juga perusahan yang sama. Namun kualitas pekerjaan proyek tersebut dinilai tak bisa bertahan lama. Pasalnya, di beberapa titik, berlubang. Padahal baru usai perampungan pekerjaan infrastruktur publik ini. Pun usianya diduga baru seumur jagung mengingat belum sampai setahun usia.

Sehingga upaya pihak kontraktor menutup lubang-lubang yang rusak alias tambal- sulam, diduga itu hanya sebuah trik untuk menjaga citra atau nama baik perusahaan yang dipimpin S.P.

Apalagi, S.P selaku Direktur CV. Varia Karya Teknika diduga menjadi salah satu donatur pendukung Paslon tertentu di kontestasi pilkada Kabupaten Kepulauan Aru 2024.

Baca juga :   Kuasa Hukum Paslon Cabup Aru No Urut 1 Datangi Bawaslu Aru, Ini Tujuannya

Diduga, lantaran takut disoroti publik dan supaya terus menjaga citranya agar tetap bersih di mata publik. S.P. terlihat bergerak menambal infrastruktur jalan yang dia kerjakan dengan melakukan aksi tutup sejumlah ruas jalan yang masih terlihat berlubang.

Menyimak Rahmat Ali, salah satu Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Sulawesi Tenggara dalam civing engineering jurnal, dia mengatakan, penyebab kerusakan jalan hanya didasarkan dari penglihatan semata, yakni pengaruh air dan beban kendaraan yang melebihi beban rencana meskipun tanpa didukung data teknis akurat.

Dikatakan, fakta menunjukkan, kerusakan jalan lebih disebabkan faktor pelaksana kurang tepat dalam mengimplementasikan standar mutu.

Beban kendaraan, genangan air, hanya sebagai faktor eksternal yang mempercepat kerusakan dini. Namun terpenting adalah, bagian faktor internal (Daya dukung perkerasan) sehingga tak mudah terpengaruh kedua faktor eksternal tersebut.

Diketahui pekerjaan proyek jalan yang ditangani Kontraktor Pelaksana -S.P. itu menelan milyaran rupiah namun diduga pihak konsultan perencanaan dan pihak Penyedia memiliki satu orang yang sama. Akan tetapi secara administratif berbeda.

Sementara itu, S.P selaku direktur perusahaan tersebut, belum berhasil dikonfirmasi. Begitupun instansi teknis terkait belum berhasil dikonfirmasi. (Tim)