“Teman Juang” Pesan Damai di Pilkada Aru: Jangan Saling Jatuhkan Satu Sama Lain

IMG-20240824-WA0043

MediatorMalukuNews.com_ Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan Deklarasi Kampanye Pilkada Damai di Tribun Lapangan Yos Sudarso Dobo, baru -baru ini (25/09/2024).

Di kesempatan itu Pasangan Calon (Paslon) Bupati Temmy Oersipuny dan wakilnya Haddy Sale Jumaidy Anakoda yang ber-jargon “Teman Juang” menyampaikan orasi politik.
Dalam orasinya Paslon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) ini turut menyampaikan pesan damai kepada seluruh masyarakat di kabupaten julukan Jargaria tersebut, terutama menyambut pesta demokrasi serentak 27 November 2024 mendatang untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian agar pesta demokrasi tersebut dapat dilalui sebagaimana harapan berbagai komponen masyarakat.

Sebelumnya, deklarasi kampanye damai ini, terlihat dua Paslon Bupati dan Wabup, Temmy Oersipuny – Haddy Sale Jumaidy serta rivalnya Timotius Kaidel – Mohamad Djumpa terlihat satu panggung dan disaksikan pihak penyelenggara Pilkada dan sejumlah komponen terkait lainnya.

Dua Paslon ini bahkan berkomitmen bersama mewujudkan Pilkada di kabupaten julukan Jargaria ini berjalan dengan baik, dan tentunya bermartabat, damai, demokratis, tanpa hoax dan bebas dari politik uang.

Pernyataan dua pasang Paslon kepala daerah tersebut disampaikan di hadapan seluruh masyarakat serta para massa pendukung dan simpatisan Paslon tersebut.

Bupati Aru, Johan Gonga dan Forkopimda bersama KPU, Bawaslu Kepulauan Aru serta tamu undangan lainnya turut hadir menyaksikan kegiatan ini.

Baca juga :   Diduga Ada Kepentingan Oknum "Orang Kuat" di Pilkada Aru, Usulan Pencairan Dana Proyek Ikut Tersandera

Sebelum masuk pada penyampaian deklarasi damai secara bersama Paslon “Teman Juang” diwakili Calon Bupati Ny.Temy Oersipuny menyampaikan pesan damai kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dari Godor Juring sampai juring toitoi, dan pendukungnya. Perempuan murah hati ini menyatakan semua komponen masyarakat di kabupaten tersebut harus mewujudkan Pilkada Damai. Sehingga pesta demokrasi ini dapat berproses dengan baik sesuai keinginan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang nantinya menahkodai Kabupaten Kepulauan Aru untuk lima tahun mendatang.

Bahkan dalam orasi politiknya, perempuan yang menjadi wakil rakyat Aru tiga periode di tingkat Provinsi Maluku dengan santun menyatakan apresiasi sekaligus berterima kasih kepada semua pihak.

“Saya menyampaikan banyak terimakasih kepada partai pendukung, simpatisan dan massa pendukung, karena telah sama-sama kita lewati tahapan-tahapan. Dan hari ini kita berada pada kampanye damai,” tandas Oersipuny.

“Untuk itu, saya menghimbau, bahwa ini adalah permulaan, permulaan dari kampanye damai. Kita baru memulai, dan saya harapkan kita menciptakan kampanye yang sejuk, yang damai dan aman,” sambungnya.

Ditegaskan tujuan semua komponen masyarakat adalah untuk membangun Aru yang lebih baik, Aru yang damai, Aru yang harmoni di waktu mendatang.

Calon Bupati perempuan pertama di Kabupaten Aru itu, mengajak seluruh pendukung dan simpatisan kedua Paslon jangan saling menjelek-jelekan satu sama lain, jangan memfitnah, jangan membuat hoax, jangan menjatuhkan orang lain, karena yang sempurna hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca juga :   Pemkot Ambon Lantik Pejabat Tinggi Pratama

“Tidak ada manusia yang sempurna, untuk itu saya ingatkan kepada kita semua, para pendukung dan simpatisan, mari kita ciptakan kampanye yang damai, yang sejuk dan harmoni,” tutupnya.

Selanjutnya dipertegas melalui deklarasi damai yang berisikan tiga point kesepakatan kampanye damai yang diucapkan secara bersamaan oleh dua Paslon dan para Pimpinan Partai Politik (Parpol) pengusung: 1). Berjanji akan mewujudkan Pemilihan yang langsung umum bebas rahasia jujur, adil serta sejahtera.
2). Kampanye pemilihan yang aman, tertib dan damai, berintegritas tanpa hoax, tanpa politik sara dan tanpa politik uang.
3). Melaksanakan kampanye pemilihan sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Ketua KPU Aru ,Halati Mangar dalam sambutan membuka kegiatan itu mengatakan, berdasarkan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 tahun 2018 tentang Kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota, maka sangat penting untuk KPU melakukan deklarasi kampanye damai.

Selain itu sangat penting pula untuk melaksanakan pilkada 2024 sebagai pendidikan tinggi untuk memperoleh pengetahuan tambahan tentang demokrasi yang damai, jujur, amanah dan terbuka serta menjadikan Pilkada Kepulauan Aru sebagai contoh untuk Pilkada di daerah-daerah lain.

Baca juga :   Praktisi Pelabuhan Sebut Langkah Gubernur Pindahkan MIP Selamatkan Ekonomi Maluku

Hal ini, lanjut Mangar, merupakan proses politik yang menjadi sorotan penting bagi masyarakat sebagai sarana implementasi kedaulatan rakyat melalui partisipasi politik sebagaimana tertuang dalam undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, sehingga menjadi kewajiban bahwa kampanye pemilu harus dilakukan dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya sebagai pimpinan KPUD kabupaten Kepulauan Aru dan juga anak perempuan Aru meminta kepada kita semua masyarakat Aru dan pihak keamanan menjaga Pilkada kali ini agar berjalan dengan damai aman dan amanah,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya Mangar berharap masyarakat Kepulauan Aru dapat menyambut pesta demokrasi ini dengan penuh suka cita dan tidak bokeh saling menjatuhkan satu sama lain. (Tim)