Pengakuan Tulus Dokter Jasmine Hatane Mengabdikan Diri di Pedesaan Pulau Kei

IMG_20241115_170336

MediatorMalukuNews.com – Demi panggilan kemanusiaan, akhirnya menghantarkan seorangpun dokter muda bernama Jasmine Florence Hatane mengabdikan diri melayani kesehatan masyarakat pedesaan atau ohoi di Pulau Kei, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

Sebagai seorang dokter, ia dengan tulus hati memilih jalan mengabdikan dirinya untuk layani masyarakat kecil di pelosok yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota.

Mulanya, dokter Jasmine bertugas di Kabupaten Malra sejak tahun 2017 sebagai Pegawai Tenaga Kontrak (PTT) Daerah. Kemudian, tahun 2022 dokter ini mengaku lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kabupaten julukan ‘Larvul Ngabal’ ini, sehingga ditempatkan di Puskesmas Ohoi Ohoira, Kei Kecil Barat – Pulau Kei.

Dokter yang sering disapa Jasmine ini mengaku tergerak hati mengabdikan diri di kabupaten Malra. Sebab, sesuai fakta soal pelayanan kesehatan yang dia lihat di wilayah pedesaan Malra masih terbilang dalam kondisi minus tenaga medis, terutama dokter.

Selain itu, alasan mulia/ utama dokter ini mengabdikan dirinya di pelosok ohoi Pulau Kei membuat keberadaannya sebagai sosok perempuan merasa lebih bermanfaat untuk pelayanan kemanusiaan; lantaran ilmu yang dipelajarinya selama menempuh pendidikan lebih tak sia-sia sebab sangat dibutuhkan masyarakat kecil di wilayah tersebut bila dibandingkan jika dirinya bekerja di wilayah perkotaan.

Baca juga :   Indosat, Nokia, dan NVIDIA Resmikan AI-RAN Research Center, Dorong Inovasi Mobile AI dan Pertumbuhan Digital Indonesia 

“Tujuan pengabdian saya hanya satu, yaitu membantu masyarakat yang ada di pelosok yang belum mendapat sentuhan dari tenaga kesehatan,” ucap Jasmine saat diwawancarai wartawan usai mengikuti upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang dilaksanakan di pelataran RSUD Karel Sadsuitubun– kawasan Ohoijang, belum lama ini (12/11/2024).

Bersamaan dengan Hari ke-60 tahun 2024, yang ber-tema: “Gerak Bersama, Sehat Bersama”, dokter berhati mulaii ini mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan, dimana awalnya diminta untuk dimulai dari diri sendiri.

Ia berharap, melalui HKN tahun 2024 ini, semoga di waktu mendatang, tenaga kesehatan khususnya tenaga dokter umum maupun dokter spesialis lebih banyak ingin mengabdikan diri di wilayah terpencil dan terisolasi untuk melayani masyarakat yang mendiami pelosok tanah air khusus-nya seperti wilayah Ohoi/pedesaan di Maluku Tenggara dan pulau – pulau sekitarnya.

Dokter muda ini pun berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malra di waktu mendatang, twrlebih menuju Program Indonesia Emas 2024 (HUT RI ke-100), selain penambahan tenaga dokter pun diminta adanya penambahan ketersediaan obat-obatan, serta Alat Kesehatan (Alkes) yang nantinya bisa didistribusikan ke Puskesmas yang ada di pelosok terpencil yang sangat membutuhkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai.

Baca juga :   AMGPM Daerah Kei Kecil dan Kota Tual Siap Amankan Malam Takbiran di Kota Tual dan Malra

Di akhir pembicaraan dengan dokter Jasmine, dia mengulas sedikit pengalaman pahit waktu tugas pertama di Kabupaten Malra.

Dokter ini mengisahkan kalau dirinya jauh dari sanak keluarga dan kerabat, bahkan ia tak punya famili ataupun sosok yang ia kenali; akan tetapi ia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat sekitar, dan mereka bahkan menghargai profesinya serta menggapai sebagai keluarga.

“Semua itu merupakan pengalaman berharga bagi saya. Dan saya berterima kasih kepada keluarga yang telah mendukung saya selama ini, karena tanpa mereka saya tidak berada di sini hingga kini; dengan tujuan utama saya yaitu mengabdikan diri untuk masyarakat dalam hal kesehatan,” ucap dokter Jasmine mengakhiri kisah yang dia rasakan. di kabupaten tersebut.(Al).