Hananto : Rupiah Itu Penting, Ayo Kelola Uang Dengan Baik

Oplus_131072

Ambon, MMN- Ligwina Hananto, CEO dan pendiri QM Financial yang merupakan narasumber dari talkshow bertajuk “Melek Rupiah” mengajak seluruh masyarakat di Maluku untuk bijak mengelola uang dengan baik.

Hal ini disampaikannya saat memberikan  paparan di Taman Budaya Ambon, Jumat 1 Agustus 2025.

Ia mengakui, rupiah merupakan salah satu alat pembayaran yang sah, dan merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk di Maluku.

“Kita sebenarnya hidup dalam kondisi berkelimpahan, terutama di Indonesia. Tapi justru karena berlimpah, kita seringkali lengah dalam mengelola uang. Itulah pentingnya literasi keuangan,” ujar Ligwina.

Untuk itu, Ia menyebutkan ada empat Pilar Pengelolaan Keuangan: Hasilkan, Kelola, Kembangkan, Lindungi.

Ligwina menyampaikan empat prinsip utama dalam pengelolaan keuangan pribadi:

1. Menghasilkan Uang
Dapat dilakukan melalui pekerjaan formal, membuka usaha, atau berdagang. Menurut Ligwina, berdagang tidak selalu butuh modal besar, tetapi membutuhkan karakter dan komitmen.

2. Mengelola Uang
Mengatur pengeluaran agar kebutuhan tercukupi, serta menyisihkan minimal 10% pendapatan sebagai tabungan.

Baca juga :   Kolaborasi Budaya Safety di Jalan Raya, Jasa Raharja Hadir di Tengah Komunitas Ojol Rawa Buaya

3. Mengembangkan Uang
Melalui investasi seperti reksadana, saham, logam mulia, dan deposito. Namun, Ligwina menegaskan bahwa investasi hanya disarankan bagi mereka yang sudah memiliki keuangan yang sehat.

4. Melindungi Keuangan
Dengan membangun dana darurat dan memiliki asuransi untuk melindungi diri dari risiko finansial yang tidak terduga.

Ligwina menyebutkan bahwa masa usia 24–35 tahun adalah laboratorium finansial terbaik dalam hidup. Ini adalah fase di mana seseorang bisa bereksperimen dengan berbagai model usaha sampingan, belajar manajemen keuangan, dan membangun fondasi ekonomi pribadi sebelum memiliki banyak tanggungan atau risiko besar.

“Waktu ini adalah momen emas untuk belajar, salah satunya lewat program Bank Indonesia seperti ini,” tambahnya.

Lanjutnya, Bank Indonesia Provinsi Maluku terus mendorong inklusi dan edukasi keuangan dengan membuka banyak ruang belajar keuangan di daerah. Masyarakat diajak untuk tidak ragu belajar tentang tabungan, investasi, asuransi, dan perlindungan finansial sejak dini. (MMN)