Ini Kata Uskup Amboina pada Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki MBL

IMG-20250903-WA0021

MediatorMalukuNews.com – Minggu, 31 September 2025 merupakan hari istimewa bagi seratusan calon penerima Krisma di Paroki Santa Maria Bintang Laut (MBL), Keuskupan Amboina – Kota Ambon, karena setelah beberapa bulan mengikuti pembinaan persiapan diri secara rohani untuk menerima sakramen Krisma sebagai tanda kedewasaan iman bagi seorang Katolik yang beranjak dewasa, akhirnya terwujud.

Hari itu, wajah para calon krismawan/krismawati begitu bahagia ketika Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra mengurapi mereka dengan minyak krisma sebagai tanda peneguhan iman melalui kepenuhan anugerah Roh Kudus untuk misi mewartakan kabar suka cita Kristus kepada sesama.

Para orang tua atau wali yang ikut menyaksikan calon krismawan/ krismawati bersama seluruh umat yang hadir dalam acara perayaan misa di gereja saat itu, turut bersukacita menyaksikan prosesi pengukuhan mereka sebagai saksi Kristus.

Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra dalam kotbah-nya mengatakan,
setelah menerima
Sakramen Krisma, itu berarti, siapapun yang menerimanya mendapat penguatan dari Roh Kudus. Dan, secara rohani dianggap sudah dewasa dalam iman. Bukan itu saja, mereka pun memiliki tanggung jawab iman. Bahkan wajib menyebarluaskan dan membela iman sebagai ‘laskar Kristus’.

Baca juga :   Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Maluku, BI Gelar 'Moluccas Digifest 2024

Menurut pimpinan umat Katolik Maluku/Maluku Utara ini, sebagai ‘laskar Kristus’ bukan diartikan memegang senjata atau pedang sungguhan untuk berperang secara fisik melawan musuh, akan tetapi, menjadi ‘laskar Kristus’ dalam konteks ini berarti memegang “Senjata iman” untuk memerangi setan atau kejahatan (Hawa nafsu/keinginan daging) dalam diri sendiri, yakni selalu Berdoa, baca Kitab Suci, dan Rosario.

“Niscaya, dengan menggunakan tiga senjata iman ini, pasti setan atau kejahatan dalam diri dapat dikalahkan,” tegas Uskup murah hati tersebut.

Pemimpin rohani Katolik Keuskupan Amboina ini pun mengajak para calon krismawan/ krismawati selalu memper-bekali diri dengan senjata rohani tersebut untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan masyarakat atau dimanapun mereka berada, sehingga mereka mampu bertanggung jawab menyebarkan dan mempertahankan iman kekristenan melalui perkataan dan perbuatan yang benar, serta mengikuti teladan sekaligus menjadi saksi Kristus di tengah umat dan masyarakat sebagaimana Yesus Kristus mengutus para murid-Nya mengajarkan kabar sukacita Allah yang sudah Ia ajarkan untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia demi kebaikan manusia.

Baca juga :   Oknum "Orang Dalam" PT. BTR-BKP Wetar MBD Terlibat Curi Tembaga

Sementara itu, Ketua Panitia Krisma tahun 2025, Yeni Lonto mengatakan, seluruh calon krismawan/krismawati Paroki Santa Maria Bintang Laut -Benteng, Kota Ambon total berjumlah 101 orang. Sebagian besar peserta itu berusia remaja (SMP dan SMA), dan sebagian merupakan mahasiswa dan beberapa lainnya dari kalangan dewasa.

Dikatakan, sebelum menerima sakramen Krisma, seluruh krismawan/krismawati ini mendapatkan bimbingan kerohanian dari para guru pembina rohani selama dua bulan berturut-turut di lingkungan paroki setempat. Kemudian mereka diberikan sakramen Krisma oleh Uskup Diosis Amboina dalam perayaan Misa Kudus di gereja MBL.

Usai perayaan penerimaan Krisma, Uskup dan krismawan/krismawati, pastor Paroki, Dewan Paroki bersama orang tua/wali krismawan/krismawati mengadakan jamuan syukur di aula Katolik Center (****)