Timbang Sampah Plastik, DLHP Luncurkan Inovasi Terbaru Didukung Penuh PT API Bandara Internasional Pattimura Ambon

oplus_32

Ambon, MMN – Penimbangan Sampah plastik yang dipilih dengan harga Rp. 5.000,- per Kg merupakan inovasi baru yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) dengan mengandeng PT Bumi Lestari dan didukung secara penuh oleh PT Angkasa Pura Indonesia (PT API) Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Program ini disambut antusias oleh warga dan komunitas pecinta lingkungan di Kota Ambon.

Menurut Kadis DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz  bahwa sampah yang akan ditimbang wajib dipilah dan dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu barulah ditukar sesuai dengan nilai yang ditetapkan. Pada kegiatan perdana ini, DLHP menyiapkan Rp. 50 juta untuk 10 ton sampah plastik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan setiap bulan agar jumlah sampah plastik di Kota Ambon terus berkurang. Terima kasih atas dukungan semua pihak hingga program ini bisa terlaksana,” jelas Apries Gaspersz di Pattimura Park, Jumat 5 September 2025.

Program inovatif ini mendapatkan dukungan dari PT Angkasa Pura Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca juga :   Telkomsel Hadirkan Infrastruktur Jaringan 4G/LTE Baru di Lobang Buaya Morella

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Pattimura Ambon, Shively Sanssouci, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Ambon.

“Walaupun program ini tidak masuk dalam agenda kami di tahun 2025, kami berkomitmen penuh untuk mendukung pengelolaan sampah di Kota Ambon. Pada kesempatan ini, kami menyalurkan bantuan sebesar Rp.20 juta untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipatif,” ujar Shively Sanssouci.

Baik DLHP maupun PT Angkasa Pura Indonesia sepakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha diyakini dapat menciptakan Ambon yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

DLHP Kota Ambon berharap, lebih banyak perusahaan dan instansi dapat berkolaborasi melalui program serupa, sehingga upaya pengurangan sampah plastik dapat terus ditingkatkan. (MMN)