Lahadalia: Golkar Maluku Harus Bangkit, Saatnya Kembalikan Kejayaan dan Perwakilan di DPR RI
Ambon, MMN- Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Maluku merupakan forum penting untuk memperkuat konsolidasi dan mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin di tanah raja-raja.
Dalam arahannya, Bahlil menyebutkan bahwa terdapat tiga agenda utama Musda, yaitu:
1. Evaluasi program kerja periode sebelumnya.
2. Penyusunan program kerja dan rekomendasi baru.
3. Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Maluku.
Menurutnya, target DPP Partai Golkar kepada DPD Provinsi Maluku tidak perlu muluk-muluk, namun harus nyata dan terukur, yaitu meningkatkan jumlah kursi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga kembali memiliki perwakilan di DPR RI.
“Sudah 10 tahun Maluku tidak punya wakil di DPR RI. Saya malu karena ini tanah kelahiran saya. Tapi saya berjanji, pengurus DPD Partai Golkar Maluku ke depan tidak akan berjalan sendiri. Saya akan hadir bersama kalian, baik secara moral maupun material, untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Maluku,” tegas Bahlil di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11/2025).
Bahlil juga menegaskan pentingnya pembenahan DPD II yang tidak aktif, serta mendorong seluruh struktur partai mulai dari eksekutif, legislatif, hingga fungsional untuk lebih aktif turun ke masyarakat.
“DPD II yang tidak aktif harus diganti. Jangan bosan turun ke daerah karena suara rakyat hari ini berbeda dengan masa lalu. Kita harus adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil menyoroti pentingnya rekrutmen anak muda sebagai kekuatan baru partai. Berdasarkan data demografi, pemilih berusia 17–50 tahun mencapai 73%, sementara pemilih di atas 50 tahun hanya sekitar 27%.
“Ketua DPD ke depan harus bisa merekrut anak-anak muda. Kita tidak boleh tertinggal. Jangan hanya cari pujian, tapi sentuh hati rakyat. Itulah cara memenangkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Selain berbicara soal politik, Bahlil juga menyinggung pembangunan daerah di Maluku, terutama terkait desa-desa yang belum memiliki akses listrik. Ia memberi waktu dua minggu kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan inventarisasi wilayah yang belum berlistrik.
“Masih banyak desa di Maluku yang belum memiliki listrik. Saya kasih waktu dua minggu kepada pemerintah provinsi untuk mendata semuanya. Tahun depan, seluruh desa di Maluku harus sudah berlistrik. Saya tidak mau anak-anak Maluku terus hidup dalam kegelapan,” tegasnya.
Bahlil juga mengingatkan bahwa situasi ekonomi global yang tidak menentu akibat geopolitik internasional harus menjadi perhatian serius seluruh kader Golkar agar lebih berpihak pada rakyat.
“Kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Di tengah situasi sulit ini, Golkar harus hadir untuk rakyat,” pungkasnya. (MMN)
