DLHP Kota Ambon Pastikan Perbaikan TPS, Operasional Armada, dan Kesiapan Menuju Adipura 2025
Ambon, MMN- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penataan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), operasional transportasi sampah, hingga peningkatan kualitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dalam rangka menghadapi penilaian Adipura.
Demikian kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, masih ada dua hingga tiga titik TPS yang pengerjaannya belum selesai karena menunggu pemasangan perangkat pendukung. Meski demikian, seluruh armada pengangkut sampah sudah berfungsi normal sesuai jalur operasional masing-masing.
Pemasangan Jaring Sampah di Sungai
Sebagai bagian dari program pengendalian sampah, pemerintah telah memasang tiga jaring sampah, salah satunya di Sungai Waru. Pemasangan ini bertujuan menahan sampah agar tidak mengalir ke laut serta mendukung kebersihan wilayah sungai.
Isu paling penting adalah pengelolaan TPA. TPA Kota Ambon kini beralih dari sistem open dumping ke controlled landfill, sehingga memenuhi standar nasional pengelolaan sampah.
Perubahan ini membuat Kota Ambon yang sebelumnya mendapat sanksi administrasi hingga September, kini telah mendapatkan rekomendasi pencabutan sanksi setelah dua kali ditinjau langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui Direktur Pencegahan Kebakaran Lahan.
DLHP Ambon menyebut bahwa penilaian Adipura sudah berlangsung dua tahap, dan saat ini tinggal menunggu verifikasi tahap akhir.
Penilaian Adipura tidak hanya melihat kebersihan kota. Sejumlah fasilitas dan lokasi strategis juga menjadi indikator, antara lain: Bandara dan pelabuhan, Rumah sakit, Sekolah-sekolah, Perkantoran, Bank sampah, Sungai-sungai.
Dari seluruh indikator tersebut, TPA memiliki bobot penilaian terbesar, yakni 50%.
Saat ini beberapa TPS di Kota Ambon telah menggunakan bak sampah tertutup untuk menjaga higienitas dan mengurangi bau. Namun beberapa lokasi masih terkendala karena membutuhkan armada khusus, bukan pengangkutan manual.
Area yang paling sering mengalami penumpukan sampah adalah Terminal dan wilayah luar kota, sehingga DLHP melakukan pembersihan setiap hari untuk menjaga kebersihan lingkungan. (MMN)
