Wattimena: Panen Raya Bukti Kontribusi Ambon Dukung Swasembada Pangan Nasional 2026

IMG-20260107-WA0325

Ambon, MMN- Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting dalam pembangunan nasional.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai negara agraris yang terus berupaya mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan kedelai.

Hal tersebut disampaikan Walikota Ambon dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk partisipasi Pemerintah Kota Ambon dalam agenda nasional serta mendokumentasikan capaian sektor pertanian daerah untuk dipublikasikan kepada masyarakat.

Menurut Wattimena, kegiatan panen raya merupakan wujud nyata keberhasilan program peningkatan produktivitas pertanian, baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung ketahanan pangan.

“Melalui pengumuman status swasembada pangan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang transparan dan akuntabel mengenai capaian ketahanan pangan, sekaligus memotivasi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas ke depan,” ujar Walikota, Rabu (7/1/2026).

Baca juga :   OJK DAN BAPPEBTI AKHIRI MASA TRANSISI PERALIHAN PENGATURAN DAN PENGAWASAN ASET KEUANGAN DIGITAL

Kontribusi Kota Ambon dalam Ketahanan Pangan

Walikota menjelaskan, perwujudan ketahanan pangan di Kota Ambon dilakukan melalui pengembangan padi gogo seluas kurang lebih 12 hektar, serta pengembangan tanaman pangan lain seperti umbi-umbian dan jagung yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain:

Dusun Airlou – Luas 2 hektar, telah mencapai pertumbuhan sekitar 70 persen dan dalam tahap persiapan panen.

Dusun Karang-Karang, Desa Poka – Luas 2 hektar, siap panen pada Januari 2026.

Dusun Batu Tagepe, Desa Poka – Luas 2 hektar, direncanakan panen pada Februari 2026.

Dusun Kahena, Negeri Batumerah – Luas 0,5 hektar, direncanakan panen pada Maret 2026.

Meski demikian, Wattimena mengakui bahwa Kota Ambon hingga kini belum sepenuhnya mandiri dalam penyediaan pangan, karena masih bergantung pada pasokan dari daerah lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak, khususnya para pendamping, penyuluh pertanian, dan petani yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung swasembada pangan di Kota Ambon.

Apresiasi untuk Petani, Penyuluh, TNI dan Polri

Baca juga :   Harga BBM Per 1 November, Edi Mangun : Pertamax Tidak Ada Perubahan Harga

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Walikota, mendukung penuh pelaksanaan panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional tahun 2026. Meski memiliki keterbatasan lahan, Kota Ambon tetap mampu menghadirkan inovasi pertanian, salah satunya melalui budidaya padi gogo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani tangguh yang terus bekerja keras menyediakan pangan bagi masyarakat, serta kepada para penyuluh pertanian yang kini telah beralih status ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Walaupun status kepegawaiannya telah berubah, kami berharap semangat bapak dan ibu penyuluh tidak kendor untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kota Ambon yang sama-sama kita cintai,” ungkapnya.

Secara khusus, Walikota Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada Dandim 1504 Ambon beserta jajaran TNI, serta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease beserta jajaran Polri, yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam pengembangan komoditas padi gogo dan jagung.

Wattimena berharap sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat menjadi contoh dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

Baca juga :   DPRD Malra Gelar Paripurna Syukuran HUT Kabupaten ke-72

Ia mengajak seluruh stakeholder untuk memanfaatkan lahan yang tersedia, mengembangkan komoditas unggulan, dan mengelola sektor pertanian secara produktif.

“Jadikan pertanian sebagai profesi yang menguntungkan, bukan sekadar kegiatan sampingan. Dengan kerja bersama, ketahanan pangan Kota Ambon dan Indonesia dapat kita wujudkan,” pungkasnya. (MMN).