Ajak Bertani, Tuharea: Jika Transmigran Jawa Sukses, Maluku Harus Bangkit Dari Keterpurukan

IMG-20260205-WA0050

MediatorMalukuNews.com_ Upaya Mansur Tuharea, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) membuka kebun ketahanan pangan di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten SBB bertujuan untuk memotivasi masyarakat SBB dan masyarakat Maluku untuk membuka lahan dan bertani dengan memanfaatkan lahan tidur.

Motivasi sekaligus juga menjadi imbauan untuk mengajak masyarakat di daerah ini bertani, itu bukan saja kepada masyarakat yang tua, tetapi juga bagi generasi muda lintas agama.

“Saya harap Remaja Masjid dan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku membuka lahan dan bertani. Karena lewat bertani maka mereka akan mendapatkan penghasilan yang signifikan untuk kebutuhan dan masa depan mereka. Masakan orang Jawa transmigran yang tidak memiliki lahan luas tetapi bisa sukses, tetapi kita orang Maluku yang punya tanah, tidak,” urai Mansur dalam keterangannya kepada media ini, Kamis (5/2/2026).

Tuharea juga mengajak, para tokoh masyarakat, tokoh politik akademisi, stakeholder holder LSM dan media perlu secara bersama mensosialisasikan gerakan membuka lahan di Maluku supaya ke depan masyarakat di provinsi julukan seribu pulau ini bisa keluar dari keterpurukan.

Baca juga :   Putus Mata Rantai Percaloan Adminduk di Disdukcapil SBB, Kadis: Kita Tindak Bila Ada 'Main Mata'

Sebagai gambaran, untuk tanaman Kacang Panjang, Ketimun yang ditanam pada lahan ketahanan pangan itu, dirinya dalam beberapa hari terakhir memanen 63 karung dan 76 karung. Jika dikalkulasikan dengan harga terendah yakni Rp 50 ribu per karung maka dia memperoleh
Rp.6, 9 juta. Tetapi jika harga naik maka bisa mencapai Rp 300 ribu per karung.
Karena itu, tokoh inisiator pertanian di Kabupaten SBB ini membuka diri kepada para Generasi Muda untuk bergabung bersama dirinya. Mengingat lahan dan alat pertanian tersedia.

“Kalau ada pemuda yang mau bergabung dengan saya boleh, karena lahan masih banyak di situ, lahan kurang lebih 8 hektar. Nanti saya akan bongkar lagi di sebelah itu, ada 3 hektar, dan saya baru beli kemarin 1 hektar lagi itu. Saya berani beli karena sudah ada peralatan traktor, hand traktor,” urai mantan Sekda SBB itu sambil menunjukkan sejumlah petak lahan di kebun ketahanan pangan tersebut.

Bahkan, kata dia, jika ada kelompok pemuda maupun masyarakat yang mau membuka lahan di tempat lain, dirinya akan membawa alat ke lokasi tersebut untuk sama- sama membuka lahan tersebut. Bahkan sejumlah karyawannya yang berasal dari Desa Waihatu juga siap membantu.

Baca juga :   Stok BBM dan LPG Aman Selama Bulan Ramadhan di Wilayah Papua-Maluku

“Inikan katong bikin Kalau memang kita mau membangun negeri, inikan harapan katong kalau memang. Insaallah mau kalau mau agromarin itu peluang ya rakyat kita dorong” urainya.
Bahkan Tuharea meminta Pemda SBB menganggarkan sektor argomarin ini, yaitu di bidang pertanian dengan program ketahanan pangan, di bidang perikanan dibangun pelabuhan pendaratan ikan Dan, jika anggarannya mencukupi dibangun cold storage, juga barulah ke Pemerintah Pusat untuk mempresentasikannya.(Nicko Kastanja)