Nunuela: Gereja Harus Bangun Karakter Umat, Setia Melayani dan Rawat Harmoni Sosial

IMG-20260224-WA0005

MediatorMalukuNews.com_ Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Desa Kamarian, Klasis Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41. Persidangan ini berlangsung di Gedung Gereja Karmel, Jemaat GPM Kamarian, Minggu (22/2/2026).

Pelaksanaan Persidangan Jemaat GPM Kamarian dilangsungkan di bawah sorotan tema: ” Lima Tahunan Anugerah Allah Memberkati Dan Meneguhkan Gereja Satu Abad GPM.” Dan sub tema: Pelayanan Layanilah Umat Dengan Tekun, menegaskan bahwa pertumbuhan GPM merupakan bagian dari anugerah Allah sebagaimana ditegaskan dalam 1 Petrus : 5 ayat 10.

Pembukaan persidangan ini diawali dengan Ibadah Minggu dipimpin Pendeta Thomas Kainama sebagai Majelis Pekerja Klasis Kairatu.

Sebelum Ibadah dimulai, Majelis Pekerja Klasis Kairatu disambut dengan suguhan tari- tarian anak – anak Sektor Agape selaku tuan rumah pada persidangan itu.

Ketua Panitia Pelaksana Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke_41, Morets Putirulan dalam laporannya menyatakan, Persidangan kali ini bertujuan mengevaluasi Program Pelayanan Kerja serta Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat Tahun 2026.
Selain Itu, Putirulan menandaskan, Persidangan Jemaat ini pun menetapkan rencana strategis pengembangan Jemaat 2026-2023 dan Program Kerja Jemaat.

Baca juga :   Telan Rp.325 Juta, Proyek Pansimas di Dusun Haturapa Kairatu SBB Mangkrak

Ketua Panitia ini juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu panitia, baik moril dan material kepada Panitia Pelaksana Kegiatan Persidangan Jemaat GPM Kamarian ke-41

Sementara , Ketua Majelis Jemaat GPM Kamarian, Pdt Ruben Nunuela menyampaikan momentum Persidangan Jemaat yang telah diatur dalam Tata Gereja Protestan Maluku, dimana Pelaksanaan Persidangan Gereja nantinya dapat mengambil setiap keputusan kerja Jemaat dan Renstra pelayanan ke depan.

“Gereja harus bisa dibangun karakter umat dan setia melayani dengan kesungguhan hati merawat harmoni sosial, sehingga bisa menimbulkan nilai-nilai persaudaraan dan menjaga semangat hidup orang basudara di tengah arus informasi dan perkembangan dunia teknologi yang kian maju di zaman digital yang semakin deras arus kemajuan,” urainya.

Nunuela berharap, Gereja dapat menjadi ruang pembinaan imam umat sekaligus interaksi sosial keumatan yang harmonis.

“Persidangan Jemaat ke-41 Ini juga merupakan bagian intergal dari penyelenggaraan Persidangan Gerejawi GPM menyongsong Tahun Pelayanan 2026. Sidang Ini diharapkan juga dapat mewujudkan peneguhan komitmen iman dan Penataan Pelayanan Jemaat Tahun 2026,” cetusnya.(Nicko Kastanja)