Diguyur Hujan, Sholat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Ambon Tetap Berlangsung Khusyuk

IMG-20260321-WA0018

MediatorMalukuMews.com_ Walaupun diguyur hujan, Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijiriah yang dilangsungkan di lapangan Merdeka Kota Ambon, Sabtu (21/3/2026) tetap berlangsung dalam suasana Khusyuk.

Ada para jamaah bertahan sampai basah kuyup, namun ada juga mencari tempat berteduh agar tak basah.

Pada Sholat Ied tahun 2026 ini, bertindak sebagai Imam, Ketua Yayasan Al- Fatah Ambon, Ustad Hadi Basalamah. Sedangkan khatib, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto.

Kapolda dalam kesempatan itu menyampaikan, Idul Fitri bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi momentum kembali pada kesucian dan memperkuat nilai kemanusiaan.
” Idul Fitri merupakan momentum untuk membersihkan hati, memperbaharui hubungan dan merajut persatuan di tengah masyarakat,” katanya.
Oleh sebab itu, jenderal polisi bintang dua ini mengajak seluruh kaum muslimin di Maluku memperbaharui niat guna menjaga kedamaian di bumi julukan ‘tanah raja – raja’ ini.

Menurutnya, Idul Fitri  melahirkan pribadi lebih lembut, tenang dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Hal tersebut tercermin dalam sikap saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Baca juga :   Pemkot Ambon dan CCBO - USAID Gelar Konsultasi Publik

Khatib juga menekankan bahwa, saling memaafkan merupakan bagian dari ajaran Al-Qur’an. Dimana sikap tersebut termasuk amal mulia yang mencerminkan ketakwaan seseorang.

Lebih lanjut ia mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian, keamanan dan persaudaraan dalam bingkai kehidupan bermasyarakat.

Ia pun menyinggung filosofi hidup masyarakat Maluku “Sagu salempeng pata dua”. Dimana
filosofi ini mengandung makna kebersamaan, kepedulian dan empati menghadapi setiap persoalan.

Dikatakan, perbedaan harus menjadi kekuatan mempererat persatuan, bukan sebaliknya memicu perpecahan.

“Mari kita menjadi pribadi yang menghadirkan ketentraman bagi orang lain, bukan kegelisahan, menjadi bagian dari solusi, bukan masalah, menjadi penjaga persaudaraan, bukan perpecahan,” tandasnya.(*)