Enam Tahun Terbengkalai, Pembangunan Taman Pintar Desa Masawoy Disebut Proyek “Hantu”

IMG-20260407-WA0008

MediatorMalukuNews.com– Harapan warga Desa Masawoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan mempunyai tempat belajar dan sarana kreativitas bernama Taman Pintar, kini tinggal harapan semu. Pasalnya, enam tahun lalu tepatnya tahun 2020 sejak proyek ini dibangun untuk mewujudkan harapan warga desa itu – hingga kini dilaporkan terbengkalai. Bahkan ada yang menyebut pembangunan Taman Pintar ini sebagai proyek “Hantu”.

Informasi yang diperoleh, sampai tahun 2026, keberadaan bangunan proyek itu cuma jadi tumpukan material tak berbentuk sebab tak terurus. Ini bukti nyata kalau pembangunan di desa ini ‘gatot’ alias gagal total.

Di balik proyek beku ini, disebut pernah muncul masalah panas antara pihak Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat yang diduga berantem soal lahan dan imbalan yang buntut-nya proyek tersebut mandek.

Wakil Pemuda Masawoy, RJ Tukmuly kepada wartawan mengungkapkan akar masalahnya bermula dari sengketa lahan milik pribadi ST yang nota bene kala itu menjabat Ketua BPD Maswaoy.

“Padahal lahan itu udah disiapin khusus buat bangun Taman Pintar. Tapi karena rebutan kepentingan dan masalah imbalan, kedua pihak malah saling serang. Akibatnya, proyek yang seharusnya jadi kebanggaan warga malah mati suri,” beber RJ, Senin (6/4/2026).

Baca juga :   Pemprov Maluku Luncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Wujudkan Generasi Cerdas, Berkarakter dan Toleran

Dikatakan, masalah antara kedua pihak itu makin panas karena ada tindakan yang diduga tak sesuai aturan.

RJ katakan, Ketua BPD waktu itu (ST) jabatannya malah dicopot sepihak oleh Kepala Desa selama setahun lebih, terus jabatan Ketua BPD diganti seenaknya dengan orang lain.

“Padahal aturannya jelas, kalau ganti BPD itu harus lewat prosedur dan usulan pemerintah daerah. Tapi yang terjadi malah monopoli kekuasaan, seenaknya. Ganti orang tanpa aturan yang benar,” tambahnya kesal.

Walaupun akhirnya masalah internal selesai dan ST dikembalikan lagi ke jabatannya, namun nasib Taman Pintar tetap menyedihkan.

“Sampai hari ini, bangunan yang seharusnya jadi ikon kemajuan desa tidak kunjung selesai. Kami anak muda punya mimpi besar buat majuin desa, tapi sayang mimpi itu dikubur hidup-hidup cuma karena konflik orang atas dan salah gunakan kekuasaan,” ungkapnya.

“Warga cuma bisa bertanya, sampai kapan Taman Pintar itu jadi ‘hantu’ yang menghantui masa depan desa kita?,” tanya lelaki tersebut.(Olga)