Dana Desa Masawoi Rp512 Juta Melayang: Balai Serbaguna Tak Kelar, Pekerja Belum Dibayar

IMG-20260413-WA0015

MediatorMalukuNews.com– Pembangunan Balai Serba Guna di Desa Masawoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan tahun 2023 yang disebut-sebut sudah menghabiskan dana desa Masawoi Rp.512 juta itu, kini menjadi sorotan sejumlah pihak. Persoalannya, dana jumbo dari kas desa Masawoi sudah digelontorkan untuk pembangunan proyek ini, namun buntutnya proyek ini tak punya faedah untuk kepentingan masyarakat desa setempat lantaran belum juga rampung.

Melihat kondisi ini, Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Masawoy (Hipmassy) mengaku tak bisa diam. Mereka menuntut pertanggungjawaban para pihak yang menangani proyek tersebut. Karena ini diduga merugikan banyak pihak di desa itu.

“Kami tidak bisa melihat aset desa rusak begitu saja. Masyarakat butuh kepastian, apakah bangunan ini akan dilanjutkan atau dibiarkan hancur karena bawa lari uang rakyat?,” ungkap Robo Tukmuly, perwakilan Hipmassy kepada wartawan baru-baru ini (11/4/2026).

“Sudah bertahun-tahun (Proyek ini) tidak selesai. Uang sudah keluar, tapi bangunan tidak jadi. Belum lagi upah pekerja belum lunas sampai Rp 60 jutaan. Ini tidak bisa dibiarkan! Kami minta jawaban jelas soal nasib proyek ini, termasuk hak para pekerjanya,” timpal pemuda itu.

Baca juga :   Wali Kota Ambon Dukung Penuh Program Pelatihan UMKM Perempuan Kolaborasi Indosat di Kota Ambon

Dia tegaskan, sejumlah mata warga kini tertuju pada kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) Masawoi dan pihak terkait soal proyek desa itu. Sebab janji pembangunan harus dibuktikan secara fisik dengan lampiran pertanggungjawaban. Atau gagalnya proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan hukum tak berjalan ? Padahal kenyataannya proyek yang dikerjakan tahun 2023 itu, sampai sekarang tak kunjung kelar.

Proyek yang menggunakan dana jumbo milik kas desa Masawoi, dibiarkan begitu saja. Selain itu, upah para pekerja yang menangani proyek itu pun dilaporkan belum dibayar tuntas, dan tersisa Rp.60 juta.

Yang mengejutkan, meski proyek ini disebut-sebut gagal, bahkan menelan banyak uang, sampai sekarang pun belum ada pemeriksaan atau audit yang dilakukan
pihak bersangkutan.
Perihal ini memunculkan kecurigaan kuat ada hal tak beres soal dugaan penyalahgunaan wewenang hingga dugaan penggerogotan uang milik desa. Sehingga perlu dipertanyakan.

Disebutkan, seharusnya kalau dipikir-pikir pekerjaan bangunan ini sudah semestinya rampung bahkan sudah dipergunakan warga, tetapi kenyataannya hanya ada kerangka bangunan yang tak kunjung rampung atau belum mencapai 100 persen. Bahkan tidak ada kepastian kapan bangunan akan diselesaikan, padahal uang negara ratusan juta sudah melayang, tapi hasil nihil. Untuk itu, masyarakat menuntut jawaban, ke mana larinya anggaran jumbo tersebut, dan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.

Baca juga :   Pangkoops Udara III Pimpinan Upacara Sertijab Komandan Lanud Dominicus Dumatubun Langgur

Sementara itu, Pemerintah Desa Masawoi dan pihak yang punya otoritas di Kabupaten Buru Selatan belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan dimaksud. (Olga)