Dorong Daya Saing dan Akses Pasar Lebih Luas, BI Maluku Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM

oplus_0

Ambon, MMN-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha di Kota Ambon dan sekitarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Rahmat Pratama, mengatakan sertifikasi halal kini telah menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, sertifikat halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan prinsip syariah, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing usaha.

“Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, pelaku usaha dituntut mampu memenuhi standar tersebut agar tetap kompetitif di tengah persaingan pasar,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut di Zeth Hotel Ambon, Senin (6/7/2026).

Rahmat menjelaskan, Provinsi Maluku memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM berbasis industri halal. Berbagai produk unggulan, mulai dari makanan olahan, minuman hingga produk ekonomi kreatif, memiliki peluang besar menembus pasar yang lebih luas apabila didukung dengan kualitas produk dan legalitas, termasuk sertifikasi halal.

Baca juga :   Pemkot Bagi Ikan Gratis Kepada Warga Kurang Mampu

Karena itu, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program berupa fasilitasi, edukasi, dan pendampingan agar potensi UMKM Maluku dapat berkembang secara optimal.

Melalui kegiatan ini, BI Maluku memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperoleh sertifikat halal secara gratis. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi program pengembangan industri halal dan memperkuat ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia.

Rahmat menegaskan bahwa program fasilitasi sertifikasi halal merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap implementasi program wajib halal tahun 2026. Indonesia, katanya, memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat industri halal dunia, namun cita-cita tersebut membutuhkan kontribusi aktif dari para pelaku UMKM di seluruh daerah, termasuk Maluku.

“Sertifikasi halal menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat rantai nilai halal melalui peningkatan jumlah UMKM yang memiliki sertifikat halal, sehingga tercipta ekosistem industri halal yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai bank sentral, Bank Indonesia tidak hanya bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah, tetapi juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor riil, termasuk ekonomi dan keuangan syariah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program fasilitasi, edukasi, pendampingan, serta sinergi dengan berbagai lembaga strategis.

Baca juga :   PT Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara Pattimura - Ambon  Implementasi Pembayaran Non Tunai Secara Penuh

Dalam kesempatan itu, Rahmat turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Maluku atas kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh tahapan proses sertifikasi halal dengan baik, mulai dari pendampingan, pemenuhan dokumen, hingga penerbitan sertifikat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM.

“Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat pengembangan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku,” tutupnya. (MMN)