Umar Kei Ajak Pers Maluku Sajikan Berita Membangun dan Fokus Dorong Kemajuan Daerah
Jakarta, MMN – Ketua Umum Front Pembela Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei, mengajak insan pers di Maluku untuk mengedepankan jurnalisme yang membangun, berimbang, dan berlandaskan fakta.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Provinsi Maluku di kediamannya yang juga menjadi Sekretariat FPMM Maluku di Jakarta dan sekitarnya.
Silaturahmi tersebut dihadiri jajaran pengurus PJS yang sedang berada di Jakarta untuk mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) III PJS, terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC Kepulauan Aru, DPC Kepulauan Tanimbar, DPC Kabupaten Buru, serta pengurus DPD PJS Maluku, Kamis 23/7/2026.
Dalam kesempatan itu, Umar Kei mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan para jurnalis. Ia juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang dimulai dari nol hingga berhasil membangun perusahaan sendiri.
Menurut Umar, dirinya datang ke Jakarta dari keluarga sederhana dan memulai karier sebagai sopir. Dalam perjalanan tersebut, ia sempat bergabung bersama Jhon Key, Hercules, dan Ongen Sangadji. Dari pengalaman itu, ia banyak belajar tentang kehidupan, kerja keras, dan membangun relasi.
“Setelah melalui berbagai pengalaman, saya kemudian mendirikan perusahaan sendiri bernama Mida Mitra Mandiri, yang diambil dari gabungan nama dua anak saya,” ujarnya.
Perusahaan tersebut kini telah mempekerjakan lebih dari seribu tenaga kerja, tidak hanya berasal dari Maluku, tetapi juga dari Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, dan sejumlah daerah di Indonesia Timur.
Umar menegaskan bahwa pengalaman hidup di Jakarta mengajarkannya untuk menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat, sementara pengalaman negatif dijadikan pelajaran bagi dirinya sendiri.
Ia juga mengaku memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui usahanya, Umar aktif membantu masyarakat kurang mampu, memberikan beasiswa, santunan kepada anak yatim, menyalurkan bantuan sembako saat terjadi bencana maupun menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Kami bekerja bukan hanya untuk diri sendiri atau keluarga, tetapi juga untuk membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Umar Kei mengajak seluruh insan pers di Maluku untuk memiliki pola pikir yang membangun daerah melalui pemberitaan yang profesional dan bertanggung jawab.
Menurutnya, apabila terdapat dugaan tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan anggaran, media harus mengedepankan proses konfirmasi serta berpegang pada Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
“Kalau ada indikasi seseorang melakukan korupsi atau penyalahgunaan dana, silakan dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan sampai terbentuk opini seolah-olah seseorang sudah bersalah padahal masih dugaan. Gunakan aturan pers agar pemberitaan tetap berimbang,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pemberitaan tanpa fakta yang kuat dapat memicu konflik, saling menyalahkan, hingga mengganggu stabilitas daerah.
Menurut Umar, energi masyarakat seharusnya diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di Maluku, terutama pengangguran yang masih menjadi tantangan besar.
Ia menyoroti banyaknya lulusan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura dan kampus lainnya, yang setiap tahun memasuki dunia kerja, sementara lapangan pekerjaan masih terbatas.
“Pers di Maluku saya yakin terdiri dari orang-orang cerdas. Karena itu, sajikan berita yang membangun, bukan berita yang membuat masyarakat saling menuding dan menyalahkan. Mari bersama-sama membawa Maluku maju agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia,” tutup Umar Kei. (MMN)
