Angka Stunting Kabupaten SBB Tertinggi, Kepala BKKBN Maluku Saran Pencegahan Lewat MBG & GENTING
MediatorMalukuNews.com_ Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, Edi Setiawan menyatakan, capaian Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dengan angka prevalensi stunting tertinggi di atas Provinsi Maluku, yakni 33, 70 %. Maka menjadi PR besar bagi kabupaten yang berjuluk ‘Saka Mese Nusa’ ini terkait Stunting.
Setiawan yang ditemui usai kegiatan “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Program Genting Menuju SBB Bebas Stunting” yang dilaksanakan di ruang pertemuan utama, Lt 3 Kantor Bupati SBB, Jalan JF Puttileihalat No 1, Kota Piru, Kabupaten SBB, baru-baru ini (3/9/2026) mengatakan ada 2 program yang dilakukan dalam rangka pencegahan kasus Stunting.
Program pertama, yaitu: memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi MBG bukan hanya ke anak sekolah, tetapi ke target sasaran keluarga- keluarga binaan BKKBN dengan tujuan mengatasi Stunting yaitu : Ibu hamil, Ibu menyusui dan Balita non Paud.
Menurut kepala badan ini, untuk kelancaran program maka tugas pendamping keluarga mengantarkan makanan yang diblok oleh tim Sasaran Strategis Peningkatan Gisi (SSPG) ke keluarga- keluarga berisiko Stunting.
Setiawan menjelaskan, program pencegahan stunting yang kedua adalah hari dilaksanakan, yakni koordinasi dalam rangka GENTING= Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting – yang merupakan upaya bersana untuk bisa mengkolaborasikan, mengsinergikan sumber – sumber yang ada untuk mengatasi persoalan stunting di kabupaten SBB.
” Siapa saja yang terlibat selain Pemerintah, masyarakat adalagi LSM, ada pihak swasta dan juga ada media, serta rekan – rekan media, ini perannya sangat penting dalam memberikan intervensi dalam bentuk edukasi kepada masyarakat” jabar Setiawan.
Kepala BKKBN Maluku ini menambahkan, yang dapat dilakukan pihak media merubah prilaku masyarakat bukan hanya menyampaikan tentang angka stunting tinggi, tetapi bagaimana dampaknya supaya masyarakat semakin terpapar dengan informasi terkait dengan apa bahaya kalau angka stunting tetap ada di masyarakat SBB saat ini.
Pencegahan Stunting yang dilakukan saat ini adalah: pencegahan dari hulu, yakni dari Keluarga, Remaja/ Calon Pengantin, dimana pihaknya ingin SBB menggerakkan remaja, salah satunya adalah pusat informasi dan konseling remaja yang ada di sekolah dan juga ada di basis masyarakat yang terintegrasi dengan Karang Taruna dengan Remaja Masjid, Remaja Gereja dan AMGPM.( Nicko Kastanja)

