Jaga Stabilitas Sosial di Tengah Keberagaman: Pemkot Ambon Perkuat Sinergi FPK dan Perwakilan Pengurus Paguyuban Etnis

IMG-20260919-WA0011

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperkuat sinergi bersama Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Ambon dan perwakilan pengurus paguyuban etnis dalam menjaga persatuan, kerukunan serta stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya serta Agama Badan Kesbangpol Kota Ambon, Nova K. Erubun, menegaskan, keberadaan FPK dan paguyuban memiliki peran penting menjaga Kota Ambon tetap aman dan kondusif.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pengurus FPK dan perwakilan pengurus paguyuban yang tergabung dalam FPK Kota Ambon di Ruang Darwin, Balai Kota Ambon, belum lama ini (17/9/26).

“Kami dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik memiliki tanggung jawab dalam wadah ini. Semua yang ditetapkan dan dibuat semata-mata bertujuan agar Ambon tetap dalam kondisi yang aman. Kita berbeda dalam keberagaman suku dan agama, tetapi kita satu sebagai warga negara yang berdiam di Kota Ambon untuk memajukan Kota Ambon, termasuk mendukung program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon,” jelasnya.

Baca juga :   Prajurit Pattimura Ikuti Literasi Digital

Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang pemaparan hasil kerja kepengurusan FPK periode 2025–2026 serta evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pada pertemuan tersebut itu juga , Ketua FPK Ambon, Saiful Idrus Abbas memaparkan sejumlah capaian kegiatan yang telah dilaksanakan hingga 2026. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi pada 12 paguyuban etnis, studi tiru, rapat kerja, dialog kebangsaan lintas komunitas serta jalan sehat bertema: “AmbonBisa”.

Ditegaskan, keberagaman masyarakat Kota Ambon perlu terus dirawat melalui komunikasi, kolaborasi dan penguatan rasa persaudaraan.

“FPK memiliki peran yang sangat luas dan vital sebagai garda terdepan dalam merawat kebangsaan. Kita tidak boleh terlena dengan keadaan saat ini. Tantangan globalisasi digital dan dinamika sosial politik ke depan menuntut kita untuk terus memperkuat fondasi persaudaraan,” jelasnya.
Sembari mengajak seluruh pengurus dan perwakilan paguyuban yang tergabung dalam FPK memperkuat kerja sama menjaga kehidupan sosial masyarakat.

“Saya berharap teman-teman dari seluruh paguyuban yang tergabung dalam FPK dapat sama-sama bekerja sama menjaga Kota Ambon agar tetap Manise, inklusif, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Oleh sebab itu, kata dia kolaborasi antara pemerintah, FPK, paguyuban etnis dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting mempertahankan persatuan serta mendukung terciptanya Kota Ambon aman, harmonis, inklusif yang  berkelanjutan.(****)