Hampir Satu Dekade Tak Berfungsi, Anos Yeremias Ngaku Tak Tahu Persis Persoalan Rumah Sakit Pratama Pulau Babar MBD
MediatorMalukuNews.com— Anos Yerimias, anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) / Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengaku tak tahu persis persoalan Rumah Sakit Pratama Pulau Babar yang sudah rampung dibangun namun tak difungsikan hampir satu dekade. Padahal rumah sakit ini sedianya dibangun untuk mengatasi persoalan pelayanan kesehatan masyarakat di pulau terluar yang berbatasan dengan Benua Kanguru itu.
“Saya tidak tahu-menahu soal rumah sakit itu,” tandas Yerimias di Ruang Fraksi Golkar, Kantor DPRD Maluku baru -baru ini menyikapi adanya pertanyaan warga MBD soal belum berfungsinya sarana kesehatan bernilai jumbo itu – sejak dikerjakan tahun 2017 menggunakan dana puluhan miliar rupiah.
Wakil rakyat ini terkesan tak mau ambil pusing soal keberadaan rumah sakit tersebut. Dia beralibi tak ada sangkut paut dengan dirinya.
Kendati mengaku tak tahu persis menyangkut keberadaan rumah sakit Pratama Pulau Babar yang lama terbengkalai, namun wakil rakyat vokal ini memprediksi besar kemungkinan bangunan rumah sakit tersebut sudah mengalami kerusakan signifikan.
“Sudah sembilan tahun tidak beroperasi. Sangat wajar jika kondisinya sudah tidak layak lagi,” ujarnya.
Selain mengaku tak mengetahui persis kondisi rumah sakit ini, namun Yerimias juga mengakui dirinya pun tak mengetahui persis dari mana sumber anggaran pembangunan fisik rumah sakit tersebut: Apakah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sembari justru mengarahkan masyarakat Kabupaten MBD ataupun pihak media mempertanyakan perihal dimaksud langsung ke pihak Pemerintah Kabupaten MBD, mengingat pihak tersebut berwenang dan lebih persis tahu.
Di lain sisi, Yerimias mengaku prihatin soal keberadaan rumah sakit ini. Sebab, menurut yang dia dengar, biaya renovasi pembangunan fisik sarana kesehatan tersebut kabarnya hampir setara biaya pembangunan sebuah rumah sakit baru. Lalu, kalau mau proses untuk rumah sakit ini berfungsi kembali, itu pun dinilai sangat rumit dan butuh biaya besar.
Menjawab pertanyaan lanjut, Yerimias akui tak tahu persis persoalan ini, namun dia katakan beberapa waktu lalu dalam upaya politiknya, ia pernah memperjuangkan agar fasilitas kesehatan ini bisa difungsikan untuk melayani masyarakat MBD, hanya saja perjuangannya belum direspon. (Olga)
