Pemkot Ambon Wajibkan 63 SMP dan MTs Terapkan Modul Literasi Keuangan
AMBON, MMN – Pemerintah Kota Ambon akan mewajibkan seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta, menerapkan Modul Ajar Literasi Keuangan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Kebijakan ini akan menyasar 63 sekolah, terdiri dari 53 SMP dan 10 MTs di Kota Ambon. Penerapan modul tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak di kalangan pelajar.
Modul bertema “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat Negara Berdaulat” ini dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, serta sejumlah lembaga jasa keuangan.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan bahwa modul tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia untuk jenjang SMP dan MTs.
“Kita harus bangga karena modul ajar literasi keuangan ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs,” ujar Bodewin, Jumat (23/10/2026) di Ambon.
Penyusunan modul ini merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon.
Program tersebut melibatkan OJK Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
Bodewin menegaskan, seluruh sekolah yang menjadi sasaran program tersebut harus menerapkan materi literasi keuangan dalam proses pembelajaran.
“Tidak ada tawar-menawar. Seluruh SMP dan MTs wajib menerapkan modul ajar ini,” tegasnya.
Melalui kebijakan ini, Pemkot Ambon akan mendorong agar pemahaman mengenai pengelolaan uang tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menjelaskan bahwa materi modul akan disesuaikan dengan perkembangan sektor jasa keuangan dan kebutuhan pembelajaran siswa.
Ada empat pokok bahasan yang akan menjadi fokus pembelajaran, yakni pemenuhan kebutuhan melalui kegiatan ekonomi, pasar, lembaga keuangan, serta peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital.
Materi tersebut akan membantu siswa memahami aktivitas ekonomi, mengenali produk keuangan, serta mempelajari cara menggunakan layanan keuangan secara tepat.
Selain meningkatkan pengetahuan, penerapan modul ini juga diharapkan dapat membentuk karakter pelajar yang disiplin, kreatif, jujur, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
“Penyesuaian informasi dan ketentuan terbaru di sektor jasa keuangan telah diselaraskan, sehingga murid SMP/MTs di Kota Ambon akan semakin meningkat literasi keuangannya,” kata Haramain.
Selain penerapan modul pembelajaran, program ini juga akan mendorong peningkatan minat pelajar untuk menggunakan layanan keuangan formal, terutama produk Simpanan Pelajar (SimPel) yang disediakan perbankan.
Peluncuran modul ajar tersebut turut melibatkan pimpinan perbankan di Kota Ambon, perwakilan MGMP IPS Kota Ambon, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Ambon.
Dengan penerapan modul di 63 SMP dan MTs, Pemkot Ambon berharap literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar semakin meningkat.
Program ini juga diharapkan mampu menyiapkan generasi muda Maluku yang mandiri secara finansial dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan. (PT)
