OJK Maluku Dorong Agen Laku Pandai Jangkau Masyarakat di Pulau-Pulau Kecil

Screenshot_2026-10-28-08-39-57-62_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

AMBON, MMN-  Keterbatasan akses perbankan masih menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil di Maluku.

Jarak antarpulau yang harus ditempuh menggunakan kapal membuat sebagian warga perlu mengeluarkan biaya dan waktu lebih banyak hanya untuk melakukan transaksi di bank.

Kondisi ini mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku meminta perbankan memperluas jaringan Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), terutama di daerah yang belum terjangkau layanan bank.

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan kondisi geografis Maluku menjadi tantangan dalam pemerataan layanan perbankan. Wilayah yang terdiri atas banyak pulau dan kawasan pegunungan membuat pembangunan kantor cabang tidak selalu mudah dilakukan.

“Dengan kondisi geografis Provinsi Maluku, yang terdiri dari pegunungan dan pulau-pulau, kalau kita membangun kantor cabang saja mungkin akan membutuhkan waktu lama dan biaya yang besar,” ujar Haramain kepada media, Rabu (28/10/2026).

Haramain menyebutkan, jaringan perbankan di Maluku saat ini terdiri atas 21 bank, yakni 18 bank umum konvensional, dua bank umum syariah, dan satu bank perkreditan rakyat (BPR).

Baca juga :   Dedikasi Perwira Elnusa, Hadirkan Energi untuk Melangkah Penuh Harapan Pasca Bencana di Aceh

Menurutnya, penambahan kantor cabang perlu mempertimbangkan kondisi wilayah dan jumlah transaksi masyarakat. Di sejumlah pulau, aktivitas transaksi belum cukup besar untuk mendorong bank membuka kantor baru.

Karena itu, OJK mendorong perbankan memanfaatkan Agen Laku Pandai dengan menggandeng pelaku usaha lokal, termasuk pemilik kios dan toko, agar masyarakat bisa mendapatkan layanan perbankan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

Melalui agen tersebut, masyarakat dapat melakukan transaksi sesuai fasilitas yang tersedia, seperti transfer uang dan pembayaran tagihan.

“Dengan adanya Agen Laku Pandai, masyarakat bisa melakukan transaksi seperti transfer, pembayaran listrik dan pembayaran kebutuhan bulanan lainnya,” katanya.

Haramain mencontohkan kondisi yang ditemuinya saat berkunjung ke sejumlah wilayah, termasuk Maluku Tengah dan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Di beberapa lokasi, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau lain harus menggunakan kapal untuk menuju tempat yang memiliki layanan perbankan.

“Kalau untuk sampai ke pulau-pulau lain harus menggunakan kapal, sementara transaksi di sana belum banyak. Karena itu, untuk kondisi seperti ini kita dorong adanya agen,” ujarnya.

Baca juga :   Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan, Ini Kata Mattitaputty

OJK Maluku pun terus berkoordinasi dengan perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan bank pembangunan daerah, untuk memperluas jangkauan layanan tersebut.

Manfaat Agen Laku Pandai juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Fegy Riry, salah satu agen di daerah itu, mengatakan usaha kios yang dikelolanya telah berjalan selama enam tahun sebelum ia menjalankan layanan Laku Pandai.

Menurut Fegy, layanan tersebut membantu masyarakat yang ingin mengirim uang kepada keluarga di daerah lain. Warga juga tidak perlu selalu datang ke kantor bank dan mengantre panjang untuk melakukan transaksi yang bisa dilayani melalui agen.

“Laku Pandai ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengirim uang kepada sanak saudara di daerah lain. Masyarakat yang tidak ingin mengantre lama di bank juga bisa datang ke agen,” ungkapnya.

Ia mengatakan, layanan itu dibutuhkan masyarakat, baik yang berada di dalam maupun di luar Kabupaten Seram Bagian Barat. Kehadiran agen di lingkungan tempat tinggal membuat transaksi keuangan terasa lebih mudah dijangkau.

Baca juga :   Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, OJK Maluku Target 5.000 Rekening Pelajar

Bagi pemilik kios, layanan tersebut juga menambah jenis pelayanan yang bisa diberikan kepada pelanggan. Sementara bagi masyarakat, keberadaan agen menjadi pilihan ketika akses ke kantor bank cukup jauh.

OJK berharap semakin banyak bank memperluas jaringan Agen Laku Pandai di Maluku. Dengan dukungan perbankan dan pelaku usaha setempat, masyarakat di pulau-pulau kecil diharapkan bisa memperoleh layanan keuangan tanpa harus selalu bepergian ke pusat kota. (MMN)