Renuat: Gereja Diharapkan Sinkronkan Rencana Pelayanan untuk Mewujudkan Kota Tual yang ‘Maryadat’

IMG-20250310-WA0004

MediatorMalukuNews.com_ Sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah (Pemda) maka visi-misi dan program kegiatan strategis gereja diupayakan dapat disinkronkan serta dirumuskan dalam rencana pelayanan gereja sehingga terjalin keterpaduan, searah, sejalan dan sehaluan mewujudkan Kota Tual yang “Maryadat” dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tual, Hi. A. Yani Renuat saat menyampaikan sambutan pada Persidangan LXXII Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual di Gereja Sinai Taar, Minggu (9/3/2025).

Menurut Renuat, untuk mewujudkan Kota Tual sebagai kota maritim yang maju, aman, religius, berbudaya, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.

Misi yang disebut dengan “Panca Cita Maryadat” dan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030, dengan titik sasaran pada 19 program dan kegiatan strategis, yaitu:
Peningkatan kualitas pendidikan; pakaian dan perlengkapan siswa SD, SMP Gratis, optimalisasi pemberian beasiswa kepada masyarakat tak mampu, bimbingan belajar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan biaya transportasi, akomodasi calon TNI Polri, pembangunan asrama mahasiswa pulau-pulau di Tual, peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat, peningkatan insentif yang layak kepada RT/RW, pekerja sosial keagamaan seperti guru mengaji, pengasuh dan Sekami serta para ASN yang bertugas di pulau-pulau, 8 peningkatan kesejahteraan tenaga guru, tenaga kebersihan, pemadam kebakaran dan Satpol PP, peningkatan ekonomi masyarakat, penanggulangan kemiskinan, termasuk kemudahan kredit bank,
meningkatkan status dusun menjadi ohoi (Kampung) atau finua administratif termasuk penguatan kapasitas ohoi atau finua serta lembaga adat, pemanfaatan dan pengelolaan potensi wisata, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan, pemanfaatan potensi air laut untuk menjadi komoditas garam sebagai salah satu primadona pendapatan masyarakat pesisir, pemberdayaan peran pemuda dan media, biaya penggunaan air minum di bawah 10 meter/kubik diupayakan gratis, bantuan rumah layak huni dan pembangunan rumah bagi ASN serta pembangunan masjid dan gereja, pencegahan kejahatan melalui pemasangan CCTV keamanan, pajak Bumi dan bangunan gratis, makanan bergizi untuk janda, yatim piatu, ibu hamil dan menyusui, perjalanan umroh atau perjalanan ke tanah suci untuk keterwakilan majelis taklim dan dewan atau jemaat gereja.

Baca juga :   Cegah Dini Peyalahgunaan Narkotika, Satpomau Lanud Dominicus Dumatubun Gelar Tes Urine

Orang nomor satu Kota Tual ini menyatakan, untuk menggapai tujuan, pasti saja ditemui berbagai tantangan. Namun ia yakin bahwa tantangan bukanlah halangan untuk berkarya. Sebaliknya, tantangan dijadikan peluang menggapai kemajuan yang diiringi dengan doa dan kerja keras kita bersama. Oleh karena itu, diharapkan kepada peserta sidang untuk mengikuti persidangan ini dengan hati yang terbuka, semangat kebersamaan, dan tekad untuk membangun gereja yang semakin bertumbuh dalam iman dan kasih yang melahirkan keputusan-
keputusan strategis sehingga gereja semakin bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang.

”Itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan kepada basudara samua dengan harapan kiranya katong rawat dan jaga Kota Tual ini dari ancaman orang-orang yang ingin merusak hubungan persaudaraan, seperti tawuran, keributan, perkelahian antar kompleks yang dipicu dari minuman keras.”ungkap Renuat.

Diketahui, selain dihadiri Wali Kota Tual, hadir pula dalam persidangan klasis ini, Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra dan sejumlah undangan lainnya.(Al)