Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah RI Beri Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Maluku

Oplus_131072

MediatorMalukuNews.com_ Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (RI), Fajar Riza UI memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Maluku baru -baru ini (14/7/ 2025).

Kegiatan tersebut dilakukan di aula kampus Muhammadiyah Ambon, dimana dihadiri Kasubag Umum BPMP Maluku, M.Soumena,
Rektor Universitas Muhamadiyah Maluku dan Ketua Wilayah Muhammadiyah Maluku, mahasiswa atau seluruh civitas akademika di lingkup kampus tersebut.

Dalam kuliah umum itu Wamen diperkenankan menyampaikan materi kuliah umum.

Dalam paparannya, Wamen mengatakan, pendidikan merupakan hak yang perlu diperoleh setiap warga negara unuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Dikatakan, Pemerintah Pusat (Pempus) telah membuat program yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mendiami daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terjauh) dengan mendistribusikan tenaga pengajar atau guru melalui pengangkatan guru profesi non Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk disebar di daerah masing-masing guna membantu melakukan kegiatan belajar- mengajar. Dengan demikian, pemerataan pendidikan secara nasional dapat diakses secara merata demi mencapai kemajuan di dunia pendidikan di tanah air.

Baca juga :   DIDAMPINGI PEJABAT UTAMA KODAERAL IX, LAKSDA DJODI TERIMA COURTESY CALL DEPUTI KEPALA PERWAKILAN BI PROVINSI MALUKU

Wamen dalam kesempatan yang sama menambahkan, kolaborasi stakeholder dan pemerintah sangat penting, dimana pendidikan dasar dan menengah bisa berjalan sesuai target pemerintah. Di sisi lain, Pempus mendorong tiap kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota harus memiliki kewenangan melalui program peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing, mengingat pemerintah daerah bisa mensuplai dan mengimplementasikan berbagai program pendidikan melalui program pendidikan yang telah dicanangkan pihak Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain itu, Wamen menitip beratkan pada peningkatan kualitas pendidikan, pun wajib bagi setiap warga negara untuk mendapatkan ilmu di bangku pendidikan.()