Watubun: Kota Masohi Punya Nilai Historis, Bung Karno Letakkan Dasar Pembangunan Maluku

oplus_0

Ambon, MMN-  Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku, Benhur Watubun, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun ke-68 Kota Masohi, sekaligus mengingatkan kembali nilai historis dan visi besar Presiden Soekarno (Bung Karno) terhadap pembangunan Maluku.

Benhur menegaskan bahwa Kota Masohi memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia, karena merupakan salah satu dari dua kota di Indonesia yang secara langsung diletakkan batu pertama pembangunannya oleh Bung Karno.

“Hari ini kita mengucapkan selamat ulang tahun ke-68 untuk Kota Masohi. Bung Karno hanya datang ke dua tempat untuk melakukan peletakan batu pertama, yaitu di Kota Masohi dan Kota Palangkaraya. Ini menunjukkan betapa besar perhatian beliau terhadap Maluku,” ujarnya saat konferensi Pers yang berlangsung di Kantor DPD PDIP Maluku, Senin (3/11/2025).

Benhur menjelaskan, dalam pandangan Bung Karno, Kota Masohi dirancang sebagai kota masa depan yang akan berkembang pesat seiring bertambahnya penduduk dan aktivitas ekonomi.

“Menurut Bung Karno, Masohi akan menjadi kota besar seperti Ambon. Dalam perjalanannya, jumlah penduduk akan terus meningkat, lahan akan semakin sempit, dan tekanan terhadap daya dukung Pulau Seram juga akan bertambah,” ungkapnya.

Baca juga :   Wali Kota Ambon Ikuti Program Kepemimpinan Pemerintahan Daerah di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura

Karena itu, Bung Karno sudah memprediksi sejak awal bahwa suatu saat nanti akan muncul kebutuhan untuk memindahkan pusat pemerintahan provinsi Maluku dari lokasi yang ada sekarang.

“Bung Karno sudah memprediksi, cepat atau lambat, ibu kota provinsi Maluku akan berpindah. Dan hari ini, tanda-tanda ke arah itu mulai terlihat,” tambahnya.

Menurut Benhur, rencana dan arah kebijakan mengenai kemungkinan pemindahan ibu kota provinsi Maluku sudah tercantum dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemerintah Daerah yang disahkan bersama oleh DPRD Provinsi.

“Kalau tidak percaya, silakan cek di dokumen RTRW Pemerintah Daerah. DPRD telah menetapkan kawasan Kota Makariki sebagai bagian dari area calon ibu kota provinsi. Jadi, arah kebijakan ini sudah memiliki dasar hukum dan perencanaan yang jelas,” ujarnya.

Benhur menambahkan, PDIP Maluku akan terus mendukung kebijakan pembangunan yang berpihak pada pemerataan wilayah dan kesejahteraan rakyat, dengan tetap menghormati warisan visi Bung Karno tentang kemajuan Maluku dan kejayaan bangsa Indonesia.

Selain sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah, Kota Masohi juga menjadi simbol gotong royong dan cinta tanah air, sesuai makna namanya yang diberikan langsung oleh Bung Karno. Kata Masohi dalam bahasa lokal berarti bekerja bersama untuk kepentingan bersama sebuah nilai yang menjadi dasar filosofi pembangunan nasional Indonesia.

Baca juga :   Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, OJk Optimistis Kinerja Sektor Jasa Keuangan 2025 Tetap Positif

“Kita tidak boleh melupakan pesan Bung Karno. Kota Masohi adalah simbol gotong royong bangsa Indonesia. Dari sinilah semangat persatuan dan pembangunan harus terus dikobarkan,” tegasnya. (MMN)