Jalan ke Kecamatan Holat Kei Besar Rusak Berat, DPRD dan Pemkab Malra Dinilai Tak Peduli

IMG-20251210-WA0020

MediatorMalukuNews.com_ Jalur jalan menuju Kecamatan Holat Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kini dalam kondisi rusak berat. Fenomena ini membuat sejumlah masyarakat kecamatan setempat kesal dengan pemerintah daerah dibawah pimpinan Bupati Muhammad Thaher Hanubun itu. Mereka menilai Pemerintah Daerah dan para Wakil Rakyat Malra yang duduk di kursi singgah sana tak peduli dengan persoalan kerakyatan, terlebih soal perbaikan sarana publik tersebut. Untuk itu, mereka meminta para petinggi daerah bertajuk ‘larvul ngabal’ itu segera menyikapinya.

Pantauan Mediator MalukuMaluku News.Com menyebutkan, arus
mobilisasi orang dan barang menuju ohoi atau desa-desa di wilayah kecamatan tersebut begitu memprihatinkan. Padahal sarana publik ini dinilai begitu penting bagi masyarakat setempat bepergian ke desa-desa sekitar atau ke pusat ibukota kecamatan untuk berbagai keperluan.

Warga pengguna jalan di sepanjang ruas jalan itu kerap kali merasa terancam keselamatannya akibat kondisi jalan buruk, berlubang, ditambah sejumlah kubangan lumpur siap menghadang tiap kendaraan yang melintas.
Bagi masyarakat Kei Besar Utara Timur, sarana publik tersebut merupakan akses satu-satunya yang bisa dilewati moda transportasi darat untuk menghubungkan satu desa dengan desa lainya. Sayangnya, kini sepanjang ruas jalan itu tak berfungsi sebagaimana yang diharapkan, akibatnya sering terjadi kecelakaan.

Baca juga :   Pemkot Ambon Serahkan 4 Ranperda Strategis dan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024

Sejumlah warga Kecamatan Holat yang kerap menggunakan kendaraan bermotor melalui jalur tersebut mengaku cukup tersiksa seperti naik “Rolle coaster”.

“Kami kalau lewat jalan itu, terutama jalur dari Ohoi Kilwair sampai Ohoi Yamtimur sudah rusak berat, termasuk jalan menuju Ohoi Kilwair Tuburngil sampai ke ibukota Kecamatan Holad yang jaraknya sekitar 10 kilo meter,” ujar salah satu warga baru -baru ini, sembari enggan mempublikasikan namanya.

Beberapa warga lainnya mengungkapkan hal senada. Mereka katakan, kondisi sepanjang ruas jalan yang disebutkan cukup beresiko bila melewatinya, selain otot pegal, perlu ekstra hati-hati bila tak ingin celaka di tengah perjalanan. Ini akibat kondisi jalan alami kerusakan berat.

Kata mereka, bila musim penghujan tiba seperti saat ini, warga kerap kali menjadi korban akibat terdapat sejumlah kubangan lumpur dan badan jalan licin, sebab aspal sebagian sudah terlepas dimakan waktu.

Menyikapi kondisi jalan itu, warga kecamatan tersebut meminta pihak Pemerintah Kabupaten Malra segera menyikapinya agar masyarakat tak lagi menjadi tumbal jalan yang rusak itu.

Baca juga :   Masuki Perayaan Paskah dan Idul Fitri, Pemkab Malra Sidak Ketersediaan Stok Sembako

“Olehnya, kami minta Pemerintah Daerah secepatnya memperbaiki jalur jalan kecamatan, sebelum ada lagi korban akibat kerusakan jalan itu,” pintanya.

Mereka katakan, jika kondisi jalan ini terus dibiarkan dan tidak segera diperbaiki maka pemerintah daerah tak peduli dengan keselamatan warga, terlebih tidak peduli dengan pembangunan daerah dan mengabaikan kesejahteraan masyarakat yang mendiami wilayah kecamatan tersebut.

“Sekali lagi kami minta kalau bisa ada perhatian serius dari Pemda dan wakil rakyat Maluku Tenggara terhadap jalan itu,” papar warga Kei tersebut.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Malra, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi jalan yang dikeluhkan warga Kecamatan Holat.(Al)