Kirim 64 Pemuda Ikut Pelatihan Kerja di Bali, Pemkot Ambon Apresiasi Alfamart

IMG-20260228-WA0003

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi pihak Alfamart yang sudah bantu menekan angka pengangguran di ibu kota provinsi Maluku ini. Sebab sebanyak 64 kaum muda Kota Ambon telah direkrut salah satu perusahaan minimarket terbesar di tanah air ini untuk mengikuti pelatihan kerja di Provinsi Bali.

Bukti apresiasi ini ketika Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena melepas para pemuda Kota Ambon itu ke Pulau Dewata di Balai Kota Ambon, Jumat (27/2/2026).

Dalam pelepasan pekerja pemuda itu, Wali Kota mengatakan, tantangan Pemkot Ambon saat ini adalah berupaya mengurangi angka pengangguran di kota bertajuk ‘manise’ ini, disebabkan setiap tahun tingkat pencari kerja di kota ini terus bertambah.

Menurut Wali Kota, upaya yang dilakukan pihaknya membuka pintu investasi. Sebab ini merupakan salah satu cara menekan angka pengangguran.

“Pemkot menarik investor untuk membuka lapangan kerja bagi warga kota,” terangnya.

Orang nomor satu Kota Ambon ini katakan, kebijakan Alfamart merekrut tenaga kerja dari Kota Ambon tentunya berdampak besar dan luar biasa karena punya dampak besar.
Oleh sebab itu, setiap usaha dan investasi yang masuk di kota ini haruslah merekrut warga yang memiliki KTP kota Ambon.

Baca juga :   Pemkot Ambon Peringati Harganas 2026

“Kehadiran investasi, tentunya menumbuhkan perekonomian pada suatu wilayah,” katanya .

Selaku pemimpin daerah, Wali Kota berpesan kepada 64 pekerja muda yang akan mengikuti pelatihan kerja di Bali mampu mengikuti aturan yang telah ditetapkan pihak Alfamart.

“Tetap semangat ,jaga nama baik daerah, keluarga dan pribadi,” pinta Wali Kota Ambon.

Di tempat yang sama, Deputi Branch Manager Alfamart Bali, Erwin Novian Angawida menyampaikan, pihaknya merasa terhormat dan bersinergi dengan pemerintah dalam upaya menciptakan lapangan kerja bagi anak daerah .

Kata dia, tantangan terbesar di industri retel adalah daya tahan kerja.
Sebab dari hasil pantauan pihaknya, tenaga kerja asal Indonesia Timur memiliki etos kerja dan ketahanan yang sangat tinggi.

“Untuk itulah tim kami di Bali menjadikan Ambon sebagai sumber utama untuk cabang Bali,” terangnya.

Ditamkan, dalam proses seleksi yang dilakukan di Ambon diikuti 164 orang, dimana 88 orang dinyatakan lulus. Dari jumlah ini
80 untuk tenaga kulstor dan 8 orang untuk tenaga helper.

Dikatakan, selama berada di Pulau Dewata, pihaknya menjamin para peserta pelatihan seperti biaya transportasi dan tempat tinggal.(*)