BPOM – Pemkot Ambon Monitoring Bapok dan Pengawasan Takjil
MediatorMalukuNews.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Ambon bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon monitoring Bahan Pokok (Bapok) kebutuhan konsumtif warga dan Pengawasan Takjil menjelang hari raya Idul Fitri 1445 H Tahun 2024.
Monitoring Bapok dilakukan di salah satu gudang di Kota Ambon, dan Pengawasan Takjil di Ritel Modern dan UMKM di depan Mesjid Raya Alfatah Ambon, Sabtu (30/3/2024).
Hadir dalam Monitoring dan Pengawasan itu, Penjabat (Pj) Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Kepala BPOM Cabang Ambon, Tamran Ismail, Pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Ambon.
Pj. Walikota Ambon kepada awak media mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama yang dilakukan. Dalam monitoring, masih ada kekurangan pada beras, namun info yang ada hari ini ada pembongkaran di Pelabuhan Yos Sudarso.
Sementara, untuk ketersedian Bapok lainnya menjelang Hari Raya Idul Fitri bagi masyarakat di Kota Ambon tercukupi, termasuk beras yang ada di Foodmart Ambon Plaza.

“Pemerintah berkepentingan untuk mmemastikan bahan pokok di kota Ambon untuk lebaran tercukupkan. Di hari Senin, kami bersama Bulog dan beberapa distributor yang menjadi penyangga utama Pemerintah Kota Ambon juga akan melakukan monitoring,” katanya.
Dia harapkan, para pemilik toko dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menjual barang dagangannya yang masih layak edar, agar masyarakat di Kota Ambon dapat mengkonsumsinya dengan baik.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Ambon, Tamran Ismail mengakui, pelaksanaan kegiatan ini guna memastikan produk yang beredar itu aman, bermutu dan berkhasiat untuk dikonsumsi masyarakat.
“Jadi, menjelang hari -hari raya dipastikan suplainya tersedia. Biasanya kebutuhan meningkat sehingga nanti pelaku usaha kadang-kadang bisa menyisipkan berapa produk yang memang tidak layak, dan itu pentingnya monitoring yang kami lakukan bersama,” tukasnya.
Diakui, Pengawasan Takjil yang telah dilakukan di beberapa lokasi dan sesuai hasil Laboratorium aman dan tidak mengandung bahan berbahaya apapun.
Selain itu, sudah sebagian UMKM dalam penjualannya higienitas, hanya masih kurang beberapa. Maka dengan itu, edukasi akan kami lakukan secara perlahan.
“Kita tetap advokasi memberikan edukasi kepada para UMKM agar melakukan penjualan yang cara servis yang baik,” tandasnya.()
