Penuh Sukacita, Permabudhi Maluku Bersama Ummat Budha Ambon Rayakan Hari Waisak

IMG-20240524-WA0137

Ambon, Mediator Maluku News.Com_ Persatuan Ummat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku di Kota Ambon merayakan Tri Suci Waisak 2568 BE/Th 2024 dengan penuh sukacita. Perayaan ini dipusatkan di Vihara Swarna Giri Tirta, Kawasan Gunung Nona, Kelurahan Benteng, Kota Ambon, Kamis (23/5/2024).

Hari Waisak tahun 2024 mengambil tema: “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia.”

Kepada awak media, Bhikkhu Siriratano Mahatera menjelaskan, Tri Suci Waisak yang diselenggarakan umat Buddha adalah Tiga peristiwa yang terjadi, itu antara lain: Pertama, Kelahiran Siddhattha Gotama di Taman Lumbinī pada tahun 623 SM. Kedua, Kecerahan atau pencapaian Nibbāna oleh Siddhattha Gotama sehingga menjadi seorang Buddha di Buddhagayā (Bodh Gaya) saat berusia 35 tahun pada tahun 588 SM. Ketiga, Wafatnya Buddha Gotama dalam keadaan sudah mencapai Nibbāna (Parinibbāna) di Kusinārā saat berusia 80 tahun pada tahun 543 SM.

Dengan tiga peristiwa tersebut, kata dia, menjadi hari besar agama Buddha yaitu Tri Suci Waisak yang dirayakan sampai saat ini.
Maka itu, dalam tema Waisak 2024 ada seruan kebersamaan dalam keberagaman itu sangat penting.

Baca juga :   Jubir Pemkot Benarkan LP Penyebar Flyer Seruan Aksi Penjarakan Wali Kota

”Sebab perbedaan itu sesungguhnya bisa mengacu untuk saling melengkapi dalam hidup ini. Oleh karena itu, bagaimana seseorang itu bersatu padu membangun nilai-nilai luhur dalam hidup ,”jelasnya.

Dikatakan, pembinaan Ummat Buddha terus dilaksanakan walaupun dalam keberagaman terdapat berbagai komunitas, organisasi, kelembagaan namun tetap menjadi satu sarana untuk meningkatkan nilai-nilai luhur yang diajarkan Buddha, sehingga memacu nilai-nilai pertumbuhan dari segi pendidikan, perekonomian dan lainnya.

Untuk perayaan Waisak ini, dirinya berharap momentum tahun ini umat Budha bisa mengingat kembali nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Pasalnya, tantangan di era globalisasi saat ini karakter manusia bisa memiliki perubahan.
Oleh karenanya, dengan berbagai perubahan teknologi di kehidupan masyarakat ini, nilai-nilai spiritual terus dikenang.

Di tempat yang sama Ketua DPD Permabudhi Maluku, Tjoa Tinnie Pinontoan juga mengatakan, hari Tri suci Waisak merupakan hari dimana umat merayakan tiga hari penting sang Guru Agung (Buddha).

“Yaitu hari di mana beliau dilahirkan, hari di mana beliau mencapai pencerahan dan hari di mana beliau parinibbana (Wafat),” jelasnya.

Baca juga :   Tingkatkan Kapasitas Pengusaha Terkait Pasar Online, BI Maluku Gelar OBOR UMKM 2024

Lanjutnya, hari Tri Suci Waisak bukan hanya sekedar merayakan atau memperingati semata, akan tetapi, hari Waisak juga menjadi momentum bagi umat Buddha merenungkan kembali ajaran-ajaran nilai-nilai luhur yang sudah diajarkan sang Guru Agung (Sang Buddha).

Tema yang diangkat pada Hari Waisak 2024 juga sesuai dengan apa yang diajarkan sang Buddha, yakni menebarkan Cinta Kasih Tanpa Batas.

“Artinya bukan hanya terhadap semua manusia, tapi juga semua makhluk, baik itu terlihat maupun tidak terlihat, dan tidak terkecuali juga kepada bumi dan lingkungan. Itu yang memang sudah diajarkan kepada kami umat Buddha,” terangnya.

Penutup dan harapan Pinontoan sekiranya , momen seperti inilah yang membuat semua umat Buddha harus merenungkan kembali ajaran-ajaran Buddha dan dijadikan sebagai tekad guna dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa menciptakan kehidupan yang harmonis dan siap untuk hidup bermasyarakat dengan baik. (*)