Pj. Sekda Malra Minta Semua Stakeholder Sinergi Bangun Sektor Pariwisata di Kepulauan Kei

IMG_20240614_145942

MediatorMalukNews.com – Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Ir. N.Ubro meminta semua Stakeholder bersinergi membangun sektor pariwisata di Kepulauan Kei terutama Kabupaten Malra. Karena kabupaten ini memiliki salah satu Ikon kuliner yakni embal yang merupakan umbi beracun namun dapat diolah menjadi makanan pokok masyarakat Kepulauan Kei.

Demikian ungkap Penjabat Pj Sekda Malra pada acara pembukaan pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner pengembangan ekonomi kreatif bidang kuliner di Ballroom Hotel Safira Malra, Kamis (13/6-2024).

Sebagaimana diketahui kegiatan ini bertujuan mengajak segenap stakeholder dapat terus memperkenalkan kuliner nusantara yang beragam, bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Ungkap Ubro, kuliner Embal sejatinya dapat diolah menjadi berbagai varian rasa, salah satu produknya yakni pisang goreng embal yang disebut oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sandiaga Uno dengan sebutan Pisang Goreng Sianida.

“Tentunya produk ini harus dapat kita ‘Branding-kan’ dan kita patenkan sebagai Ikon kuliner di Kepulauan Kei Malra,” ujar Sekda.

“Untuk itu, kita harus dapat memperhatikan faktor kebersihan atau higienitas dan kualitas sajiannya serta packaging dari produk kuliner itu,” timpalnya.

Baca juga :   KPU Malra MoU Dengan RSUP Dr. Leimena

Dikatakan, pembangunan nasional sektor pariwisata telah menempati sektor andalan dan menempati posisi yang semakin penting sebagai penyerap tenaga kerja dan penyumbang devisa bagi negara.

“Sektor ini juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi setelah terjadinya krisis multidimensional yang melanda Indonesia” ujarnya.

Selain itu, kata Pj.Sekda, semakin pentingnya sektor pariwisata bagi banyak negara menyebabkan persaingan di tingkat internasional semakin ketat. Karena itu, daerah-daerah tujuan wisata dituntut dapat mengembangkan produk dan atraksi wisata yang berkualitas.

“Atas nama Pemerintah Daerah Maluku Tenggara, Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik dilaksanakannya kegiatan Pelatihan ini sebagai wahana untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha kuliner tentang lingkup usaha kuliner dan memberikan pengetahuan tentang standarisasi pengelolaan makanan, keamanan makanan, (Food Security) dan higienitas serta teknik sajian serta packaging yang menarik minat para konsumen” harap Ubro.

Lebih lanjut Ubro berharap, kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi Pemerintah Kabupaten Malra serta pelaku kuliner dalam meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Baca juga :   Pj.Bupati Malra Hadiri Pengukuhan & Penggelaran Lulusan Program RPL

Mengakhiri sambutanya Pj.Sekda berharap semoga peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh -sungguh agar ke depan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan sektor usaha pariwisata di daerah, sekaligus menjadi salah satu sektor andalan penyumbang pendapatan asli daerah yang dapat berimplikasi pada peningkatan perekonomian masyarakat di Malra.

Kegiatan tersebut melibatkan 40 orang ekonomi kreatif kuliner asal Malra dan 8 orang nara sumber. (AL)