Pemkab Malra dan Kementerian Kelautan & Perikanan Teken Perjanjian Kerjasama di Sektor Kelautan

IMG-20240909-WA0029

MediatorMalukuNews.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Antonius U.W. Raharusun mengatakan, pada tanggal 2 September 2024 telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai upaya pengembangan ekonomi daerah melalui sektor perikanan.

Demikian dikatakan Raharusun melalui rilis yang juga diterima mediatormalukunews.com baru-baru ini (7/9/2024).

Disebutkan, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb.Haeru Rahayu mewakili KKP sedangkan perwakilan Pemkab Malra adalah Penjabat (Pj) Bupati, Jasmono.

Dikatakan, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu mengatakan, Presiden Joko Widodo memilih Malra sebagai salah satu kawasan percontohan atau modeling terutama di kawasan Indonesia Timur mengingat Malra merupakan salah satu daerah pemilik potensi budidaya rumput laut untuk dikembangkan.

Menurutnya, data Dinas Perikanan Malra memiliki luas lahan potensial budidaya rumput laut sebesar 8,6 ribu hektar, dengan jumlah pembudidaya sebanyak 2,2 ribu orang yang menggeluti budidaya rumput laut. Akan tetapi, kawasan potensi budidaya rumput laut yang baru termanfaatkan sekitar 9,7 % saja.

Baca juga :   Ini Daftar Nama 25 Anggota DPRD Malra Periode 2024-2029

“KKP hadir melalui program modeling budidaya rumput laut agar mendorong geliat budidaya rumput laut di kabupaten ini. Rumput laut terbaik di dunia itu salah satunya berasal dari Provinsi Maluku. Lalu rumput laut terbaik di Maluku berasal dari Kabupaten Malra. Dan diperoleh data, musim tanamnya, yakni dari bulan Maret hingga Oktober. Artinya Malra memang cocok dikembangkan budidaya rumput laut” jelas Raharusun mengutip pernyataan Tebe.

Dikatakan, masyarakat yang tinggal di pesisir Malra banyak menopang hidup dari budidaya rumput laut. Karena
Melalui budidaya rumput laut dapat meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat dan untuk menunjang perekonomian kawasan pesisir.

Menurutnya, sama seperti pembangunan modeling budidaya rumput laut di Rote Ndao, Dirjen Tebe menjelaskan bahwa, modeling budidaya rumput laut di Maluku Tenggara juga akan dibangun unit produksi bibit rumput laut (UPBRL) kultur jaringan, kebun starter, kebun
bibit rumput laut dan budidaya rumput laut.

Sementara itu, dikatakan, Pj. Bupati Malra Jasmono pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono atas atensinya
kepada Kabupaten Malra yang dipercaya dan dipilih mengembangkan program modeling budidaya rumput laut.

Baca juga :   Jelang HUT ke-78 TNI AU, Satpomau Lanud Dumatubun Razia Bulan Disiplin

Penetapan Malra sebagai lokasi modeling budidaya rumput laut memberikan peluang pelaksanaan pembangunan perikanan berbasis ekonomi biru, yaitu pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor dengan komoditas unggulan rumput laut. Melalui modeling budidaya rumput laut berbasis kawasan ini, nantinya akan
menjadikan masyarakat pesisir menjadi masyarakat yang produktif.

Dikatakan, Malra sangat mendukung program modeling budidaya rumput laut ramah lingkungan ini, dan pihaknya sudah menyiapkan sumber daya manusia mumpuni untuk mengimplementasikan program modeling dimaksud, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembudidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara, terutama kebutuhan bibit. ()