Sekjen Koprima Bicara Soal Kaburnya Ningsih Karena Urusan Utang Bisnis Kopra

IMG_20230914_181546

MediatorMalukuNews.com -Sekertaris Jenderal Koperasi Konsumen Mina Tani (Koprima), Iswahyudi, SH yang sementara berada di kota Saumlaki, tepatnya di lokasi usaha gudang kopranya, jalan poros desa Ilngei, Kecamatan Tanimbar Selatan, akhirnya angkat bicara memberi solusi terkait hutang-piutang Ningsih terhadap sejumlah pengusaha kopra, Rabu siang(13/09/2023)

Kepada media ini pengusaha pemberi hutang, yang tak ingin namanya disiarkan, mengaku bahwa Ningsih tinggalkan kota Saumlaki sejak tanggal 17 Agustus 2023 tanpa pemberitahuan apapun, sehingga pengusaha tersebut menduga Ningsih telah melarikan diri.

Menanggapi dugaan pengusaha, Iswahyudi menjelaskan bahwa didalam dunia bisnis secara makro, rugi laba itu biasa, namun solusi yang dapat ditempuh yaitu membuat konsensus, pernyataan bersama bahwa Ningsih sudah melakukan tindakan penipuan, lalukan breakdown, ke instansi terkait, tentunya di kepolisian.

“jangan lagi ada jebakan-jebakan semacam ini, ini sudah ada jejak digitalnya, tentang penyelesaiannya, tentu kita memburu orangnya ini, harus ada efek jera dan harus mengembalikan utang itu, saya punya keyakinan uang itu masih ada di Ningsih” imbuhnya.

Baca juga :   DANLANTAMAL IX SAMBUT KOMANDAN KOPRS MARINIR DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA DI AMBON

Lanjut Iswahyudi, bisnis penipuan dengan modus operandi seperti ini bisa mengarah ke pidana atau hanya sebatas perkara perdata dan berkeyakinan Ningsih bisa kembali ke Tanimbar pertanggungjawabkan hutang-piutangnya dengan baik.

Iswahyudi melalui koperasi ini berharap ada pemberdayaan bersama masyarakat, tahu betul posisi serta keadaan masyarakat dan berharap pula dapat bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sejauh ini upaya konfirmasi media kepada Ningsih, melalui telepon selulernya, belum tersambung dengan baik.

Mengakhiri perjumpaannya dengan media ini, Iswahyudi mengajak untuk kerja bareng-bareng masyarakat dan pengusaha kopra, tidak ada aksi tipu-tipu lagi.