Pembangunan 5 Ruangan Baru SD Negeri ILWYAR Babar Timur, Diduga Proyek Siluman
Tepa, MediatorMalukuNews.com – Pekerjaan 5 ruangan baru yang sementara dikerjakan di SD Negeri Dusun Ilwyar, Desa Nakramto, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) diduga merupakan proyek siluman.
Bagaimana tidak, sejak awal pekerjaan proyek yang disinyalir menggunakan uang negara ini, dilaporkan tidak mengikuti aturan, salah satunya tidak transparan memperlihatkan papan informasi proyek, sehingga menjadi pertanyaan warga.
Oleh karena itu, sejumlah pihak termasuk masyarakat setempat menduga proyek ini tak beres, sebab ada dugan pihak kontraktor yang menangani proyek ini terkesan mau mengelabui publik, dan diduga tujuannya untuk mencari keuntungan besar demi memperkaya diri.
Kepala SD Negeri Dusun Ilwyar, Ny.O Mahury sendiri mengaku kepada wartawan (11-09-23) bahwa dirinya tidak mengetahui persis siapa pihak kontraktor yang mengerjakan 5 uang kelas tersebut, termasuk besaran nilia proyek pembiayaannya.
Kepsek mengaku hanya mengetahui terdapat tambahan pembangunan 5 ruangan baru di sekolah yang dipimpinnya, antara lain satu unit ruang guru. satu unit ruang perpustakaan, satu unit ruang lab komputer, satu unit ruang UKS dan unit rumah guru.
Kepsek mengatakan, dari lima unit bangunan ini, hanya empat unit yang baru dikerjakan. Yang satu unit ruangan lainnya belum dikerjakan. Seterusnya, kepsek mengakui soal besaran anggan pembiayaan proyek ini, dia sendiri tak mengetahuinya, juga sumber pendanaan dari anggaran mana.
Disingung mengapa papan informasi proyek pemerintah ini tidak dipasang untuk bisa diketahui, kepsek mengaku bahwa sejak awal pihaknya sudah memperingatkan kepada pihak pengerja proyek untuk memajangnya, mengingat itu perintah langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten MBD, akan tetapi pihak kontraktor tak menggubrisnya.

Kepala Dusun (Kadus) Ilwyar Fredy Lussy mengatakan, proyek yang sementara dibangun di SD Negeri Dusun Ilwyar, Kadus mengaku hanya terdapat dua staf yang berkaitan dengan pekerjaan itu melaporkan tentang aktivitas pekerjaan sekolah, antara lain berinisial AL dan anak buahnya berinisial JU. Akan tetapi keduanya hanya sebatas melaporkan akan ada proyek yang dikerjakan.
Kadus sendiri mengaku tak mengetahui proyek apa yang mau dikerjakan, termasuk nama perusahan yang menangani proyek dimaksud.
“Pokoknya saya tidak tahu itu,” singkat kepala dusun. Salah satu warga Ilwyar yang enggan menyebut namanya mengaku bingung dengan adanya proyek yang menggunakan uang negara teresebut, karena setahu dia setiap pekerjaan proyek yang dibiayai dengan uang Negara harus transparan, salah satunya ditaruh papan proyek untuk bisa diketahui publik, tapi kenyataaannya proyek pekerjaan sekolah, tak ada mencantumkan papan tersebut.
“Tidak ada papan informasi pekerjaan proyek bagaimana kita masyarakat mau mengawasi pekerjaan ini kalau anggarannya kita tidak tahu. Ini kan namanya pekerjaan proyek liar,” ungkap warga tersebut.
Dikatakan ada yang kurang beres dalam pekerjaan proyek ini, bagaimana tidak sejak pekerjaan proyek ini bergulir dari awal tidak ada pengawasan sama sekali dari instansi terkait. Ini kan aneh. Ini namanya proyek pembangunan sekolah ini dikerjakan asal suka, dan ujung sudah diduga pasti tak beres karena pihak kontraktor yang nanti dapatkan untung besar dari proyek ini,” ujarnya,
“Kita ini cuma masyarakat kecil dan hanya bisa diam saja. Untukitu,mencegah hal yang tidak beres ini kita mintakan supaya pemerintah daerah dalam hal ini pak bupati menindak tegas kontraktor yang terindakasi nakal di lapangan,” tambah warga Ilyawar ini.
Diingatkannya, keterbukaan informasi publik soal pekerjaan proyek pemerintah diatur dalam UU 14 tentang KIP dan juga diatur dalam Perpres no 70 tahun 2012 tentang perubahan Perpres no 54 tahun 2010 yang mengatur tentang barang dan jasa pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten MBD Roby Yapeky belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.(Eki)
