Ivakdalam: Pelabuhan Klas II Saumlaki Tak Dikelola Secara Profesional, Sebaiknya Ditangani PT. Pelindo

Untitled-1 copy

Saumlaki – mediatormalukunews.com-
Master Mariner, Capt. Yohanis T Ivakdalam/Batlayeri mengatakan, sebagai putra Tanimbar yang sudah melanglang buana sebagai pelaut puluhan tahun di tanah rantau hingga sampai ke manca negara, namun dia prihatin melihat kondisi perkembangan perekonomian di Tanimbar, tanah kelahirannya.

Persoalannya dari waktu ke waktu tingkat kemahalan harga barang serta bahan kebutuhan pokok masyarakat dan lainnya terus naik tanpa kendali sehingga dinilai menyusahkan masyarakat. Itu akibat dari pelabuhan klas II Saumlaki tidak diatur secara profesional.

Padahal berawal dari pelabuhan laut, disitulah titik pusat perekonomian hayat hidup orang banyak berlangsung. Fakta ni terjadi sejak dalu karena pelabuhan merupakan penentu ekonomi perdagangan dunia.

Diungkapkan bahwa kendala mengapa sampai harga barang dan kebutuhan pokok masyarakat di Tanimbar terus meroket, dan persoalan ini sulit diatasi hingga kini.

Menurut master marine ini, kemahalan harga barang di tingkat pedagang berawal dari kondisi dermaga otoritas pelabuhan Saumlaki yang belum tertata atau dikelola secara baik Dan sesuai dengan status pelabuhan klas II, Pelabuhan Saumlaki dinilai sudah layak dikelola pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini PT. Pelindo, bukan lagi ditangani pihak perhubungan laut.

Baca juga :   Songsong Usia ke-14 Tahun, OJK Maluku Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Daerah

Dicontohkan, pelabuhan Sibolga di Sumatera Utara yang statusnya sama dengan pelabuhan Saumlaki, atau pelabuhan klas II dengan bentangan dermaga kurang lebih 200 sampai 300 meter, ini sudah layak manajemen dermaga dikelola perusahan pelat merah tersebut.

Dengan demikian tidak berlebihan bila Pelabuhan Klas II Saumlaki sudah saatnya dikelola pihak Pelindo agar managementnya tertata baik sehingga tak berdampak bagi sektor perekonomian masyarakat.

“ Untuk itu diminta Pj.Bupati sikapi serius ini, minta Presiden, minta ke Menteri Perhubungan, beritahu ke Dirjen, untuk Pelindo yang atur pelabuhan Saumlaki.,” tandas dia ketika mengontak mediator Maluku news.com baru-baru ini.

Kata dia, masyarakat Tanimbar secara tak langsung dinilai sudah ditindas dengan harga
barang. Jangan hanya tahu bicara politik, padahal rakyat lagi susah.

Ivakdalam mengakui ekonomi di Tanimbar belum ada perubahan signifikan, bahkan cenderung terabaikan. Terbukti dengan harga barang tetap melambung tinggi mulai dari sembilan bahan pokok atau sembako, bahan bangunan dan bahan material lainnya karena sudah ada spekulasi di dalam mata rantai pendistribusian barang.

Baca juga :   Kota Ambon Terima Penghargaan Khusus KTI

Ivakdalam mengurai pengalamannya sebagai pelaut, bahwa yang menyangkut hal hal atau kepentingan hayat hidup orang banyak, mau di Singapura, di Kamboja, Thailand bahkan di Taiwan, dan negara lainnya itu diatur oleh pihak badan usaha milik negara setempat.

Otoritas kesyahbandaran , hanya mengatur tentang keselamatan kapal dan para crew-nya saja bukan yang lainnya.(J)