BRIN Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis _Fish Jelly_ untuk Pelaku UMKM Kota Ambon
MediatorMalukuNews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis Fish Jelly bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon.
Kegiatan ini dilangsungkan di Santika Hotel Ambon, Kamis (25/1/2024).
Kegiatan ini dihadiri anggota DPR RI Komisi VII, Mercy Barends, Asisten Administrasi Pembangunan Kota Ambon, Robby Sapulette, Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Feby Mail, Perwakilan BRIN, Ahmad Montako.
Mercy Barends dalam sambutannya mengatakan, sampai saat ini pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah mendata sebanyak 10.200 warga Maluku yang dibina dan dilatih.
“Bermacam-macam pelatihan telah dibuat bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Maluku khususnya di Kota Ambon untuk memajukan perekonomian masyarakat,” ujar Barends.
Dikatakan, terdapat banyak manfaat bagi semua pihak jika terus belajar dan berusaha.
Karena Maluku hanya bisa berubah jika Sumber Daya Manusia-nya (SDM) juga ikut berubah.
“Untuk berupaya keluar dari kemiskinan, kita harus berdaya, bekerjasama dengan pemerintah agar keluar dari persoalan kemiskinan,” tandas wakil rakyat Maluku di tingkat pusat ini.
Diakui, hasil laut atau perikanan yang dimiliki provinsi julukan seribu pulau ini mempunyai banyak bahan mentah, dan ini bisa diolah menjadi berbagai bahan produk konsumtif.
“Dengan produktif bahan mentah (hasil laut ) yang kita miliki dapat diolah dan menghasilkan produk seperti sosis, bakso dan nugget, dan lainnya,” ujarnya.
Dikatakan, hingga akhir Desember 2023 tercatat sekitar 60 juta hingga -70 juta ton ikan dari Maluku sudah diekspor ke luar negeri.
Perwakilan BRIN, Ahmad Montako menambahkan, kegiatan yang digelar ini tujuannya mendukung serta mendorong peningkatan nilai tambah hasil laut Kota Ambon.
Untuk itu, diharapkan, melalui pelatihan ini, semua peserta semakin termotivasi menerapkan dan mengaplikasikan ilmu-ilmu tentang pengolahan hasil perikanan berbasis jelly.
“Peran aktif peserta dalam berdiskusi agar mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Maka itu, kata dia, pihak BRIN terus melakukan terobosan untuk melahirkan dan melaksanakan program dalam rangka meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi bagi masyarakat dan UMKM.
Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan Kota Ambon Roby Sapulette yang mewakili pihak Pemerintah Kota Ambon, sekaligus membacakan sambutan
Penjabat (Pj) Walikota Ambon menyatakan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelaksanaan kegiatan ini, karena memiliki nilai begitu penting dan strategis khususnya bagi para anak muda demi peningkatan kualitas hidup di era digitalisasi saat ini.
“Melihat potensi unggulan yang ada di Kota Ambon, maka kegiatan akan lebih efektif dan efesien yang dimanfaatkan sumber daya alam lokal sebagai sumber kehidupan,” tandasnya.
Hal ini, sangat penting namun masih tetap memiliki keterbatasan dalam upaya penjualan bahan mentah tanpa sentuhan teknologi.
“Perlu adanya pengenalan teknologi pasca panen baik teknologi proses maupun peralatan yang dibarengi dengan pelatihan agar proses teknologi di masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Dikatakan, dengan adanya kegiatan ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu berperan sebagai pemicu terbentuknya industri kecil. ()
