SD Kristen Rulbes di Kabupaten MBD Damba Tambahan Tenaga Guru

IMG-20240202-WA0011

MediatorMalukuNews.com – Kepala Sekolah Dasar (SD) Kristen Rumah Lewang Besar (Rulbes ) Kecamatan Wetang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Ice Teurupun mengaku sangat mendambakan tenaga guru baru untuk membantu tenaga didik yang ada di sekolah tersebut. Persoalannya, jumlah tenaga pengajar di sekolah yang dipimpin kepsek ini cukup minim sehingga menjadi persoalan dalam proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Lantaran guru sempat kewalahan melayani para murid yang cukup banyak yang terletak di kecamatan pulau terluar yang berbatasan dengan negara Kanguru itu.

Kepsek ini mengaku, pasca- pensiun salah satu guru di sekolahnya pada bulan kemarin, maka saat ini hanya tersisa enam tenaga pendidik saja termasuk dirinya. Sehingga para tenaga didik terkadang terengah- engah melayani proses pembelajaran kepada anak- anak yang mengenyam study di lembaga pendidikan dasar tersebut.

Kendati demikian, kepsek ini mengharapkan dari pihak Pemerintah Daerah MBD dalam hal ini pihak Dinas Pendidikan setempat, bila permintaan penambahan guru untuk ditempatkan di SD Kristen Rulbes diterima, maka berkenan pihak dinas bersangkutan menempatkan tenaga guru yang sudah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negeri (ASN) sehingga semua proses pendidikan dan lainnya dapat berjalan dengan baik.

Baca juga :   Masyarakat Minta Kejaksaan Negeri Tiakur Jangan Petieskan Kasus Korupsi DD Werwaru MBD

“Dambaan kami kalau permintaan kami disikapi maka dimintakan penambahan tenaga guru ini kalau bisa berstatus sebagai guru ASN bukan guru kontrak atau sekarang diistilahkan P3K,” ungkapnya kepada wartawan baru -baru ini.

Kata Kepsek, dengan minimnya jumlah guru yang mengajar di sekolah yang dipimpinnya, dinilai belum cukup untuk menangani siswa mulai dari kelas satu hingga kelas enam, mengingat jumlah murid di sekolah ini cukup banyak.

Disinggung soal guru penerimaan Tunjangan Penghasilan Guru ( TPG), Kepsek menjawab ada dua guru, termasuk Kepsek yang sudah mendapatkan sertifikasi, sedangkan dua guru lainnya sampai sekarang Ini belum menerima TPG bersangkutan. ( Dessy _ Koko).