Kakek Tua Bejat Ini Dipolisikan Gara-Gara Coba Cabul Bocah di Bawah Umur

IMG_20240207_111711

MediatorMalukuNews.com – Memang kurang ajar benar kelakuan kakek tua bejat yang satu ini. Persoalannya Kakek yang diketahui berinisial MM yang tinggal di Larat, pusat ibukota Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Kabupaten Kepulauan Tanimbar, disebut-sebut beberapa kali mencoba merayu dan memaksa bocah perempuan yang masih duduk di bangku salah satu sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kecamatan setempat untuk bersetubuh dengan -nya.

Gara-gara persoalan itu, kakek yang berprofesi sebagai pengusaha toko pakaian di Larat ini dipolisikan orang tua korban untuk diproses secara hukum.

Kronologis peristiwa dimulai dari orang tua korban – MS
mendengar kesaksian anaknya bernama Mawar (Bukan nama sebenarnya) yang mengaku bahwa Kakek tua bangka itu beberapa kali mencoba merayu dan memaksa korban melakukan hubungan badan dengan imingan diberikan uang ratusan ribu rupiah setelah kakek bejat ini memperlihatkan film porno kepada korban untuk ditonton.

Mendengar hal upaya pencabulan itu, pelaku langsung dipolisikan dengan tuduhan dugaan tindak pidana pornografi dan upaya melakukan tindakan asusila kepada bocah di bawah umur.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 21.00 wit, dimana korban yang baru berusia 15 tahun bersama seorang teman sebayanya bertandang ke toko baju milik pelaku dengan tujuan membeli pakaian baru belum lama ini.

Baca juga :   Diduga Kades Weratan Tanimbar Mulai "Bermain" Politik Praktis, Bawaslu dan KPU Diminta Tertibkan

Saat tiba Larat, korban langsung masuk ke toko baju menemui kakek MM yang sementara duduk di dalam toko miliknya, sedangkan teman korban hanya menunggu di depan toko.

Korban sempat mengamati baju satu per satu, sembari bertanya kepada pelaku, berapa harga sebuah baju yang dipilihnya. Sang kakek moral bejat ini menjawab korban sembari mengatakan bahwa sepotong baju itu seharga Rp 90 ribu.

Namun menurut pengakuan korban mereka saling tawar- menawar harga baju lantaran dinilai terlalu mahal.

Mungkin pelaku melihat kemolekan tubuh korban hingga dia ‘putar otak’ untuk bisa menggaet hati gadis muda ini.

Tanpa pikir panjang pelaku menawarkan korban lebih baik jika mengambil dua potong baju sekaligus karena harganya hanya Rp.100 ribu.

Buntutnya korban sepakat untuk membeli dua potong baju seharga Rp. 100 ribu. Padahal ini diduga merupakan trik pelaku memancing korban untuk mengunjungi toko pelaku lagi.

Ternyata benar, karena keesokan harinya korban kembali bertandang ke toko pelaku untuk membeli baju baru lagi karena dinilai pelaku murah hati, padahal pelaku sebenarnya sudah punya niat buruk ingin ‘melahap’ tubuh korban.

Baca juga :   DPRD Tanimbar Menentang SK APBD 2024 Soal Tambahan "Dana Siluman" Rp.43 M di Dinas Cipta Karya & Tata Ruang

Pasalnya korban datang di toko pelaku namun pelaku dinilai pura-pura sedang konsentrasi mengamati handphone, namun kakek nakal ini tiba-tiba berbalik dan memanggil korban untuk mendekatinya, sembari kemudian memperlihatkan apa yang pelaku tonton dalam tayangan handphone-nya kepada korban. Tak disangka korban pun kaget sebab yang diperlihatkan pelaku adalah tayangan film porno.

Di saat memperlihatkan film hot dewasa, diakui korban bahwa pelaku kerap melontarkan pertanyaan nakal apakah korban bisa diajak berbuat cabul dengan pelaku seperti di film porno tersebut. Namun korban tak mempedulikannya.

Menurut korban, pelaku mengatakan kepada dirinya dalam dialek setempat, bahwa:
“ Nona mau ka seng, beta bayar Nona Rp 300 ribu, tapi dengan catatan beta ‘pake’ Nona dolo, baru beta kasih uang, lalu uang itu Nona pake bale beli baju di opa lagi.” ungkap korban meniru perkataan pelaku.

Akan tetapi tawaran pelaku tua bangka ini sama sekali tak direspon, dan korban segera pergi dari tempat usaha pelaku.

Namun tak lama berselang, pelaku tak putus akal untuk menghubungi korban dengan berbagai cara agar kembali dapat mengajak korban berbuat cabul.

Pelaku kemudian berpesan untuk menunggu korban keesokan harinya, di tempat pencucian mobil di wilayah setempat.

Baca juga :   Wujudkan Sinergitas TNI Polri di Hari Bhayangkara ke-77,Polres Kepulauan Tanimbar dapat kejutan dari jajaran TNI

Keesokan harinya pelaku sudah berniat dan siap menunggu korban untuk berbuat cabul. Ternyata korban tak kunjung tiba, membuat pelaku naik pitam dan mencari keberadaan korban.

Setelah menemukan korban, pelaku spontan memarahi korban, sembari menuduh korban telah membohongi dirinya.

Tak terima dimarahi pelaku di depan umum, korban pun melawan sehingga terjadi adu mulut. Pada kesempatan itu korban langsung membongkar semua perlakuan tua bejat ini kepada orang tuanya.

Tak tunggu lama, orang tua korban meminta pihak Polsek Kecamatan Tanut memproses pelaku sesuai aturan hukum tentang perlindungan terhadap anak di bawah umur sesuai aturan hukum yang berlaku di republik ini.

Kini kasus ini diinformasikan masih berproses sebagaimana mestinya. (Jk)