Ketua BPD Fakal Bursel “Tutup Mulut” Tanggapi Dugaan Proyek Fiktif Penyimpangan DD untuk Pengadaan Ternak dan Bibit Durian & Apel

IMG-20240229-WA0014

MediatorMalukuNews.com – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Fakal, Kecamatan, Fena fafan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Roland Seleky terkesan “Tutup Mulut” menyikapi dugaan proyek fiktif penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2022 untuk pengadaan anakan hewan ternak dan anakan durian dan apel bagi warga desa setempat.

Laki-laki ini diduga pura-pura tak tahu-menahu dengan persoalan itu, bahkan dia diam seribu bahasa ketika dikonfirmasi wartawan soal kasus tersebut.

Padahal sejumlah pihak mengaku kepada wartawan, semestinya sebagai ketua perwakilan masyarakat Desa Fakal yang punya wewenang mengawasi jalannya roda pembangunan dan pemerintahan di tingkat desa itu, seharusnya selaku Ketua BPD, Roland Seleky lebih mengetahui dan harus berani bersikap sesuai kewenangan yang dimilikinya bila menyikapi adanya dugaan penyimpangan penggunaan DD, sebab itu merupakan tupoksi (tugas dan fungsinya) yang diembankan di pundaknya.

Sayangnya, Ketua BPD yang satu ini diduga hanya “Pangku kaki” sembari enggan ambil pusing dengan dugaan korupsi DD yang kini terus menjadi buah bibir masyarakat Desa Fakal saat ini.

Untuk itu-lah, ada pihak yang menduga Ketua BPD Fakal diduga ikut main “kong- kalikong” dalam dugaan proyek penyimpangan DD untuk pengadaan anakan hewan ternak dan anakan bibit durian dan apel tersebut.

Sebagaimana dia disapa lalu dimintai kesediaan waktu untuk dikonfirmasi wartawan via WhatsApp-nya pada pukul 20.19 wit pekan kemarin (Sabtu, 24/2/2024), apakah dia bisa memberikan komentar, sembari kemudian membalas pesan wartawan pukul 00.08 wit, katanya: “Selamat malam pak. Boleh saja pak.”

Akan tetapi ketika disodori isi konfirmasi soal dugaan penyimpangan proyek fiktif pengadaan anakan ternak hewan dan anakan bibit durian dan apel, Ketua BPD Fakal ini diam membisu dan tidak membalas lagi pesan konfirmasi wartawan via WhatsApp-nya hingga kini. Namun terlihat pesan itu telah terbaca oleh sang Ketua BPD Fakal ini, tetapi laki-laki ini enggan menanggapi lanjut ocehannya.

Sebagaimana diberitakan media ini seblumnya dengan judul: “Jaksa Didesak Usut Kasus Proyek “Tipu Tapa” Pengadaan Hewan Ternak dan Anakan Durian & Apel Fiktif di Desa Fakal-Buru Selatan”

Baca juga :   Inspektorat Tanimbar Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Bantuan RTLH Desa Welutu

Dalam isinya, diberitakan dugaan adanya indikasi penggelapan DD Tahun Anggaran (TA) 2022 di Desa Fakal, Kecamatan Fena-fafan, Kabupaten Bursel dengan cara melakukan tindakan “tipu-tapa” pengadaan barang fiktif berupa pengadaan hewan ternak (Anakan babi) dan pengadaan anakan bibit durian dan anakan bibit apel.

Proyek yang ditaksir merugikan uang negara disebut – sebut bernilai ratusan juta hingga mampir mencapai semiliar rupiah diduga fiktif alias tak jelas.

Menyikapi kasus ini, sejumlah masyarakat desa setempat mulai mempertanyakannya.

Informasi yang diperoleh, dana negara yang digelontorkan untuk masyarakat Desa Fakal demi pengadaan proyek ini diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi beberapa oknum tertentu, karena diduga dibuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengadaan barang fiktif.

Sumber yang diperoleh, menyebutkan, nama mantan Kepala Desa Fakal, Naldi Lesnusa disebut- sebut diduga menjadi dalang pembuat pertanggungjawaban fiktif dalam Laporan Pertanggung-Jawaban (LPJ) keuangan desa pada tahun anggaran 2022.

Akibat persoalan ini membuat warga kerap mempertanyakan persoalan ini. Sebab diduga laporan proyek pengadaan ini tak terealisir sebab diduga merupakan proyek tipu-tapa untuk menggarap DD yang digelontorkan pemerintah pusat.

Sejumlah pihak menduga akibat proyek tipu -tapa ini mengakibatkan kerugian keuangan negara yang diprioritaskan untuk masyarakat desa setempat tak jelas ujung pangkalnya.

Informasi yang himpun, laporan fiktif ini berawal ketika dibeberkan oleh paparan salah satu operator, Josias Liem dalam video kampanye-nya pada tanggal 28 Januari 2024 di Desa Fakal.

Sebagaimana diketahui Josias Liem merupakan salah satu calon anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Satu, Namrole Fena-fafan yang berasal dari salah satu partai peserta pemilu 2024.

Tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang terlihat, pria ini membeberkan informasi kepada warga dan diberikan kesempatan untuk bertanya, dan perihal kasus tersebut dilontarkan dalam pertanyaan namun apa yang disampaikan itu, terwksan dielak yang bersangkutan.

Baca juga :   Rangkaian HPN, 200 Wartawan Dijadwalkan Retret di Akmil Magelang

Bahkan dia mengaku kasus dalam tayangan video itu tidak benar ada proyek pengadaan bibit ternak dan bibit tanaman fiktif

Informasi didapati juga, secara diam-diam Josias Liem, lelaki yang kerap dipanggil Koko ini juga diduga melakukan pelanggaran hukum karena diduga mengajak mantan Kepala Desa Fakal turut serta melakukan korupsi ber-jamaah yang merugikan uang negara (Dana Desa).

Josias Liem yang dikonfirmasi via WhatsApp-nya soal pernyataannya dalam video singkat itu, diduga berkelit, sembari mencoba membela diri dan enggan menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan kepadanya.

Sebagaimana diketahui sesuai data yang diperoleh melalui video kampanye-nya, Josias Liem menyebutkan bahwa ada pengadaan ternak anak babi dan anakan durian serta anakan apel, sontak masyarakat bertanya-tanya kenapa ada proyek pengadaan itu padahal selama ini masyarakat desa sama sekali tak mengetahui ada proyek tersebut – yang masuk di desanya.

” Katong seng tau (kami tidak tahu) ada pengadaan proyek ternak anak babi dan anakan durian serta anakan apel di katong pung desa, tapi tiba-tiba Koko yang buat laporan di Desa Fakal bahwa ada proyek pengadaan itu. Koko sendiri yang bongkar semua kedok mantan kepala Desa Naldi Lesnusa,” beber warga.

Padahal sesuai fakta lapangan tak ada pengadaan satu bibit durian maupun pengadaan hewan ternak anakan babi sebagai mana yang disampaikan masuk di Desa Fakal.

Di Lain pihak, mantan Kepala Desa Fakal, Naldi Lesnussa yang kini menjadi calonkan anggota DPRD Dapil Satu dari daerah pemilihan Namrole Fena-fafan, Kabupaten Buru Selatan kabupaten Buru Selatan yang diakomodir salah satu partai ternama ketika dikonfirmasi wartawan soal proyek pengadaan tersebut via WhatsApp-nya, enggan memberikan keterangan.pajang lebar.

Singkatnya, kata dia: jika soal pengadaan ternak anakan babi itu sudah direalisasikan bagi kelompok warga peternak, sembari tak memberikan rincian nama kelompok penerima proyek pengadaan ternak itu.

Baca juga :   Penjabat Ohoi Haar Malra Bakal Diberhentikan

Laki-laki ini berdalih bahwa untuk semua proyek pengadaan itu boleh ditanyakan langsung ke Josias Liem alias Koko.

Dalam pesan-nya via WhatsApp-nya dia katakan dengan kalimat singkat:

“Klo kk (kakak) mau tanya lebih jelas, kk tanya pak Yosias laporan tdk masalah sampe saat ini, nanti kk bilang pak Yosias nai (Datang) Sama2 ke fakal lia (Lihat) babi sudah besar dan skalian katong (Kita) pigi (Pergi) lia kebun Apel dan duren.”

Ternyata apa yang disampaikan operator Josias Liem dalam vidio tersebut setelah ditelusuri, faktanya diduga tidak ada.

Kembali konfirmasi balik dilayangkan kepada mantan Kades Fakal-Naldi Lesnusa. Namun laki-laki ini mengarahkan untuk ditanyakan langsung ke Josias Liem karena yang bersangkutan lebih mengetahui proyek pengadaan tersebut.

Akan tetapi Josias Liem alias Koko ini kembali berdalih sembari merespon pertanyaan wartawan sambil mengatakan: “Loh, tanya dia saja (Mantan Kades Fakal). Beta kan hanya operator saja.”

Kedua laki – laki asal dari salah satu partai Peserta Pileg yang sama dari Kabupaten Buru Selatan ini saling lempar – melempar bola sambil saling tuding menuding dan enggan memberikan penjelasan lebar dan jelas terkait persoalan proyek tersebut.

Setelah menggali lebih dalam soal kejelasan pertanyaan tentang proyek pengadaan ternak anakan hewan termasuk pengadaan anakan bibit tanaman umur panjang tersebut, terkesan Josias Liem geram. Sembari balik menuding wartawan dan memberondong balik dengan berbagai pertanyaan.

Lantas dia dengan nada keras terkesan menggertak balik wartawan. Laki-laki ini melontarkan kalimat: “Jangan se (wartawan) ancam beta (saya). Tanya kepada yang bersangkutan (Mantan Kades Fakal).saja.”

Atas dasar itu, sejumlah warga Fakal naik pitam sembari mendesak pihak Kejaksaan Pulau Buru atau aparat hukum terkait mengusut kasus ini, bila perlu segera memanggil mantan kepala desa bersangkutan dan Josias Liem dapat mempertanggung jawabkan dugaan kasus penyelewengan uang negara yang tak sedikit jumlahnya itu.(lys)