Korban Laka-Laut Mohon Bantuan Kebutuhan Hidup, Pemda MBD Bakal Sikapi

IMG-20240311-WA0002

MediatorMalukuNews.com – Hamdani Nuwali Marga Palancina (36), warga Desa Masapun, Kecamatan Ilwaki, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang merupakan salah satu korban selamat Kecelakaan Laut (Laka-Laut) akibat musibah tenggelamnya KM. Kharisma bertonase GT 24 pertengahan Februari lalu, yang menggunakan 3 unit mesin laut merek Jiandong berkapasitas 300 Pk di perairan Kepulauan Tanimbar kepada media ini menyampaikan harapan dan mohon perhatian pihak Pemerintah Kabupaten MBD untuk diberikan bantuan kebutuhan hidup atas dirinya yang terkena musibah bersama lima korban lainnya akibat laka laut belum lama ini. Pasalnya, pasca musibah, kehidupan para korban dilaporkan sangat memprihatinkan terlebih soal kebutuhan rutinitas sebab sekarang korban mengaku tak mampu membiayai keluarga akibat modal termasuk harta bendanya habis.

Permohonan korban ini diungkapkan melalui media insan pers belum lama ini (6/3/24), dengan harapan pihak Pemda Kabupaten MBD menyikapi keberadaan kondisi korban pasca laka laut yang dialaminya.

Di lain pihak, sesuai informasi yang diperoleh, pihak Pemda Kabupaten MBD sudah merespon dan menerima signal permohonan korban laka laut ini, dan bakal disikapi melalui instansi teknis terkait.

Baca juga :   Personel Polres MBD Patroli Harkamtibmas, Ajak Warga Ciptakan Kamtibmas Aman dan Kondusif

Sebelumnya, korban laka laut ini menyatakan: “ Kami minta Pemda MBD tolong bantulah hidup kami, seng (Tidak) ada apa-apa di rumah hidup, Beta dengan istri dan dua anak yang masih kecil umur dua dan tiga tahun. Untuk mempertahankan hidup kami berusaha kerja kopra sedikit-sedikit,’ tutur Hamdani.

Hamdani nyatakan ketidakmampuannya menghadapi hidup akibat kondisinya yang masih belum pulih ketika berjuang mempertahankan hidup saat laka laut yang menimpanya.

Dia mengaku hanya mengenyam pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Desa Ilwaki. Dan kini hanya mengandalkan sisa kemampuannya untuk menafkahi keluarganya.

Dikatakan ketika musibah laka laut menimpanya harta bendanya ikut tertelan laut, antara lain seluruh pakaiannya, satu unit handphone android, uang tunai Rp.19 juta, muatan BBM (Bahan Bakar Minyak), lima drum solar, dua drum minyak tanah, satu drum bensin dengan nilai keseluruhan sekitar Rp 14 juta lebih, dibeli dengan modal bersama tiga rekan korban yang ikut selamat dari Laka laut, yakni Hamdani (31), Miswan (29), Harjo (27) dan tiga korban lainnya yang ketika itu hendak menjual hasil panen agar-agar.

Baca juga :   Personel Satuan Polair Polres MBD Sambangi Warga, Ajak Warga Utamakan Keamanan dan Keselamatan Dalam Pelayaran

Kembali dituturkan bahwa ketika itu bersama. beberapa rekan lainnya namun sebagian selamat dan sebagainya korban dinyatakan meninggal dunia, antara lain Olof Wolanteri (60) dan dua korban lainnya dinyatakan hilang dalam.laka laut itu, yakni Nandito Rahanra (28), Maku Balay (26).

“ Kami berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bantu, dari Kepala Desa dan masyarakat Desa Lingat, dari Syahbandar, Team SAR, Satpolair, Posal dan dari Kantor Camat Selaru ( Kabupaten Kepulauan Tanimbar) yang memberikan bantuan pakaian, satu karung beras, satu karton mie instant, satu rak telur untuk makan di asrama POSAL (Pos Angkatan Laut) di Desa Adaut.” imbuhnya.

Diakhir pembicaraan lelaki yang terlihat masih trauma dengan kejadian laka laut tersebut, Hamdani hanya mampu berharap sembari menunggu bila bisa ada perhatian dan uluran tangan melalui bantuan sosial dari pihak berwenang, dalam hal ini dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten julukan ‘Kalwedo’ itu dapat menyikapi kondisi korban yang masih dalam kondisi menderita akibat harta benda ludes.

Baca juga :   Dua (2 )Nelayan Binaan PT SIS Berterima kasih Untuk Hadiah Ziarah Rohani.

Pj. Sekda Kabupaten MBD, Daud Reimialy yang dihubungi media ini melalui telepon selulernya soal menyikapi kondisi keberadaan korban saat ini pasca insiden laka-laut yang menimpa sejumlah warganya di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengaku ikut prihatin terhadap musibah yang dialami, dan dia telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyikapi kondisi korban untuk diberikan bantuan.

“ Dari Kepala BPD telah meminta merinci pembiayaannya seperti apa, supaya bisa dituangkan dalam SK Bupati dan supaya bisa dicairkan anggaran bantuan.” tandas Pj. Sekda yang murah hati ini. (JK)